fanfic time

Latest

This is My Prince Part IV

Title : This is My Prince Part IV

Author : Zen a.k.a Kim Eun Jo

Genre : Romance

Rate : T

Length : cerita ini mungkin akan segera berakhir.

Main Cast :

Lee Hyo Ran as Author

Lee Jinki/ SHINee

Kang Min-hyuk/ CN Blue

Yoo Na Sae as friend author

___________

Author POV

Ah~ sudah lama sekali aku menginjakkan kaki disini. Aku memasukki kantor yang lumayan besar itu, lalu menuju ke arah lift untuk naik ke atas. Kalau saja Na Sae tidak memintaku untuk menjemputnya, aku tidak akan pernah kesini.

Taemin POV

Mwo? Sebenarnya apa yang perempuan ini pikirkan? Gidari… Hyo Ran?apa dia mengenalnya?atau hanya nama mereka saja yang mirip. Aish~

“Mwo?Wae kau masih ada disini! Pergilah, aku mau sendiri !”Aish~ apa yang perempuan ini pikirkan? Padahala aku sudah bersikap baik.

“Ya ! apa kau tidak bisa baik – baik?Tingkahmu itu tidak dewasa!”Teriakku.

Aku melihat perempuan itu terkejut. “Ya! Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?!Mendengar kau lebih muda dariku?!”

“Bisa kau berhenti untuk berteriak didepanku?! Apa kau sinting? Aku tidak tuli!”

“Mwo?Sinting?!”Pempuan itu berdiri.

“Ya! Apa kau memang ingin bertengkar?!”Aku ikut berdiri. Tapi…Melihat wajahnya yang mungkin memang sedang sedih, ditambah matanya bengkak karna menangis.

“Wae kau diam?Apa kau sudah sadar?!”

“Neo ini !”Aku mengeram.

Author POV

Aku baru saja keluar dari lift. Aku mendengar suara teriakkan dari ujung koridor. Dan aku tau itu adalah suara Na Sae yang cempreng. Aku berjalan dengan malas ke arah sana.

“Ya! Kalau saja kau laki – laki aku akan .. !”Laki – laki ini melihat kedatanganku.

“Mwo?Kau mau apa?!”Na Sae, masih berteriak.

“Aku akan…Aku akan berlari” (?)

“Ha?apa kau seorang banci?!”

“Na Sae-ah…”Aku memangilnya.

“Hyo Ran-ah…”

“Annyeonghaseyo..Hyo Ran-ah Noona”Laki – laki ini langsung tersenyum ke arahku.

“Le,Lee Taemin?Annyeong..”Jawabku pendek.

“Hyo Ran-ah Noona, teman Na Sae-ah?”

“Ne..”

“Ya! LEE TAEMIN!”Seorang berteriak tepat dibelakangku, itu membuah Na Sae terlonjak kaget.

“Onew Hyung~”

Aku berbalik, ya dia adalah Onew.

“Ya! Apa yang kau… NEO!”Dia terkejut melihatku.

“Annyeonghaseyo..”Aku menundukkan badan.

Onew POV

M,mwo?! Perempuan ini lagi?! Apa yang dia lakukan disini? Apa dia mengikutiku, Wae dia selalu muncul?!

“Mwo yang kau lakukan disini?!Apa kau mengikutiku?”

“Apa kau tidak bisa, jika tidak berteriak”Aish~ cara bicaranya tidak berubah.

“Wae kau tidak suka?!”

“Berhentilah dan tutup mulutmu. Na Sae-ah ayo…”Perempuan itu melewatiku dengan begitu saja.

“M,Mwo?! Ya, apa kau masih tidak punya sopan santun?!”

Perempuan itu berhenti berjalan. Akhirnya, dia kalah. Dia sedikit menoleh ke arahku, Aku melihat senyuman yang tersungging dibibirnya.

Deg..Deg…

Dia mendekat kearahku. “Aku..Membencimu”Aku tidak dapat mendengar suaranya. Bahkan aku berada di bawah alam sadar.

“Hyung~”Aku tersadar, Muka Taemin sudah berada dekat dengan wajahku.

“Ya! Kau ini!”Magnae satu ini, apa dia tidak tahu efeknya. (?)

“Neo wae hyung?Sepertinya kau…”

“Ya! Apa yang kau pikirkan?jangan menuduhku yang macam – macam!”Kataku langsung.

“Hyung~ aku tidak menuduhmu – -‘”.

“Ah,sudahlah..ayo cepat !”

Other POV

Ottokhae?Dia kembali. Apa anak Lee Min Ja berubah pikiran? Lalu, dia mengenal para Member SHINee dan juga minyongsa itu?. Tidakku kira kalau kau berani untuk menginjakkan kaki disini kembali setelah 10 tahun.

The missing last word..kau ingat bukan?”

________

At Dorm SHINee

20.00pm

Onew POV

Aku tersenyum sendiri, Gidari ! Wae denganku?. Aish~ Wae aku hanya mengingat wajah perempuan itu?. Ah~ apa peduliku dengannya? Mau dia ditabrak Becak (?), Bemo (?), Mikrolet (?) *gajedah. Tapi senyumannya… Aish~

Deg..Deg..

Ada apa ini? Apa aku jatuh cinta?Tapi wae dengan dia? Dia tidak cantik, sexy, semua yang ada pada dirinya buka tipeku, dan juga sifatnya yang cuek itu. Lupakan ! Lupakan dia !.

“HYUNG !”

Aku terlonjak kaget, Tubuhku terdorong ke depan, tepat ke arah Taemin. Dan tanpa sengaja maupun di sengaja bibirku dan juga bibir Taemin bersentuhan . Mwo? (Uekk)

“LEE TAEMIN ! NEO INI!”Aku terkejut, dan langsung memegang bibirku.

“Hyung – -‘ Mian, Mianhaeyo…”Dia juga memegang bibirnya.

“Ya ! akukan sudah bilang jangan mendekatkan wajahmu ke wajahku! Dan apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu?!”Aku mencak – mencak kesetanan.

“Mian,Mianhae Hyung~”Dia membungkuk 90 derajat, dan masih memegang bibirnya.

“Ya! Kau selalu seperti itu!”

Hello..Hello.. Jamshi yeagi halleyo..

Aku mengangkat telphoneku. “Yeobseyo?Mwo?Sekarang?Ne..”Aku mengambil kunci mobilku, lalu keluar diikuti langkah Taemin.

“Kau mau kemana Hyung~ ?”

“Manajer ingin menemuiku sebentar, tidak usah ikut. Sana bermainlah dengan Minho !”

“Onew Hyung~ Jangan pulang malam !”Teriak Key di dapur.

“Ne..Eomma”Aku tersenyum, lalu pergi dari dorm.

Aku membawa mobilku sampai restaurant Asia. Aku mengenakan topi, dan juga kacamata hitam, walaupun ini sudah malam, masih banyak fans yang menakutkan. Aku menemui manager di tempat yang menyudut.

“Annyeonghaseyo..”ucapku sembari duduk.

“Annyeonghaseyo Onew..duduklah”

“Wae kau menelphoneku? Ini tidak seperti biasanya..”

“Ne ada sesuatu yang ingin aku sampaikan” Dia meminum kopi yang sudah dia pesan. “Kau mengenal perempuan yang tadi datang?”

“Maksudmu yang ada di SM tadi?”

“Ne, Lee Min ja? Kau tahu dia bukan?”

“Dia adalah penyanyi terkenal tahun 200o-an, dan pergi dengan begitu saja tanpa ada seorangpun yang tau,tapi aku tidak tahu wajahnya seperti apa. Aku menyukai semua lagunya”

“Apa kau tau siapa nama perempuan itu? Aku yakin dia adalah anaknya”

“Mwo?! Lee Hyo Ran adalah anaknya?! Aigo !”Aku terkejut mendengar ucapannya.

“Dan juga kau tahu lagu The Missing last word?”

“Ne, lagu itu adalah lagu yang dia tunjukkan untuk seseorang dan mengingikan anaknya untuk menyanyikannya”

“Jika kau mendekati Hyo Ran, membicarakan hak cipta dengan si pewaris lagu itu, dan dia bersedia mengarasem ulang lagu itu, SHINee akan bersinar. Onew~ bukan kah itu yang kau inginkan?”

“Mendekatinya?aish~ dia bukan perempuan biasa”

“Jadi kau setuju?”

Tapi, tidak ada yang tidak bisa bukan. “Ne..Baiklah,aku akan mendekatinya sekarang”Aku bangkit, bersiap untuk pergi.

“Onew kau mau kemana?”

“Tenang saja, aku akan mulai mendekatinya sekarang”

______

At Dorm SHINee

21.30pm

Onew POV

“Mwo?! Apa kau yakin hyung~”Tanya Dongsaengnya langsung.

“Ya! Onew~ bukankah kau tidak tertarik?!”Jonghyun tidak mau kalah.

“Andwae!Kau jangan merusak planningku Hyung~”Minho ikut protes.

“Ani ! Ani ! aku saja belum sempat mendekatinya”>.< Key ikutan.

“Kalau aku berubah pikiran bagaimana?”Jawabku enteng.

“Hyung kau harus mengalah – -‘”rengek Taemin.

“Dengarkan aku, aku hanya ikut taruhan dan tidak bermaksud untuk memilikinya, dan aku tidak ingin dia”

“Ya! Hyung~ kau mau mempermainkannya?!”

“Bukankah kalian juga?lalu, apa tujuan kalian untuk taruhan?bersenang – senang bukan?”

Para member SHINee terdiam,ya aku menang. Dengan begini, mereka tidak akan tau apa tujuanku sebenarnya.

“A,Aku menyukainya Hyung~”Minho angkat bicara, kami terkejut.

Mwo?Wae denganku?Wae rasanya sangat sakit? Ada apa ini? Aish~ Onew apa yang kau pikirkan?mungkin ini karna pengaruh cuaca (?).

Semua terkejut mendengar pengakuan Minho. Bukankah Soo Na adalah cinta mati Minho? Bagaimana dia bisa melepaskannya dengan begitu saja. Mengingat bahwa Soo Na adalah perempuan yang memang cantik dan juga itu Jauuuh berbeda dengan Hyo Ran.

“Aku sudah mengajaknya sarapan dan entah kenapa itu adalah kencan pertama yang seperti aku lakukan dulu bersama Soo Na. Dan itu kenangan yang tersisa saat aku bersamanya”.

Kami tahu Soo Na adalah cinta pertamanya dan selamanya untuk Minho. Aku tidak bisa berkata apa – apa lagi, Jika Minho sudah mengingat perempuan itu. Minho pergi dari hadapan kami, dia masuk ke dalam kamar.

[Flashback] Minho ver.

Minho POV

Senyumanya..Wajahnya…dan Kecantikkannya. Semua yang ada padanya adalah kesempurnaan. Dia itu Soo Na Cinta pertamaku, Mungkin aku tidak bisa mencari orang lain untuk mengantikan dirinya. Karna aku sudah terlalu mencintainya.

“Aku benci kau Minho !”Tiba – tiba saja Soo Na membentakku.

“Mwo?apa maksudmu?apa aku punya kesalahan?”Aku sangat takut, jika Soo Na akan pergi meninggalkanku sendirian.

“Aku tidak menyukai semua yang ada pada dirimu ! apa kau pikir dengan kau sebagai seorang artis itu sudah sempurna?!Aku benci kau Minho!”Soo Na mendorongku.

Aku memegang erat tangannya. “Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah kau mencintaiku?”aku mencoba meminta penjelasan.

“Mencintaimu?huh?apa kau pikir begitu?!”

“Ne, lalu untuk apa kau menerimanya?”Aku menatapnya, dia membuang muka.

Soo Na menangis, dia melepaskan cincin yang aku pasangkan dijari manisnya waktu itu, lalu melemparkannya ke arahku.

Aku tidak bisa marah terhadapnya, aku benar – benar takut untuk kehilangan dirinya. “Jadi apa maksud dari semua ini Soo Na?”

“Mwo kau berfikir kalau aku mencintaimu?aku tidak pernah berfikir sekalipun untuk mencintaimu! Aku menyesal karna telah bertemu orang seperti dirimu !”

“Soo Na , aku M, Mencintaimu !”

“Pergilah, aku tidak membutuhkan dirimu !”Soo Na pergi menghilang di belakang dinding.

Aku terduduk dilantai, untuk pertama kalinya aku menjadi lemah hanya karna seorang perempuan yang sudah membohongiku selama 2 tahun. Aku menangis untuknya..

Soo Na POV

Aku menyekah air mataku, Mianhaeyo Minho.. aku tidak bermaksud. Ini hanya untuk agar aku tidak merasa bersalah jika kau tidak bersamaku lagi, Ini semata hanya untuk dirimu, agar kau tidak menungguku, agar kau membuka diri untuk orang lain selain aku, jika aku tidak kembali.

“Mian,Mianhaeyo. Sarange Minho~”air mataku bertambah deras.

[End Flashback] Minho ver.

Onew POV

“Dengarlah, besok adalah giliranku untuk mendekati perempuan itu! jangan ada yang ke apatermennya atau menemuinya besok selain aku !”

“tapi hyung~ aku ingin mengajaknya jalan – jalan”Taemin cemberut.

“Ani. Tidak ada yang boleh mengambil jadwalku”

“Aish~ kau curang Hyung”

Aku pergi dari hadapan mereka semua, bersiap untuk rencanaku besok pagi. Lee Hyo Ran kau milikku sekarang. Gidari ! apa maksud perkataanku? Apa aku benar – benar jatuh cinta dengannya? Ani.Ani. ini pasti efek karna bibirku dan Taemin bersentuhhan, aish~ ini menakutkan. Semakin aku memikirkannya, semakin kepalaku menjadi kacau.

_____

At Apatermen Author

Monday, 06.30am

Onew POV

Aku sudah menunggunya, Hyo Ran maksudku. Ya, hari ini aku akan memulai pendekatanku terhadapnya. #degdeg Wae rasanya aku sangat gugup? Aish~ sebenarnya apa yang terjadi olehku. Ini pasti gara – gara kejadian semalam. Aku melihat ke arah jam tanganku, sudah tiga puluh menit lebih aku menunggunya tapi Hyo Ran belum keluar juga.

“Hyo Ran Noona ! Gidariseyo !”Aku mendengar teriakkan yang sangat keras.

Aku berlari ke belakang mobil, aku melihat Hyo Ran dan seorang laki – laki keluar dari lobby apatermen, mereka terlihat sangat akrab.

“Mwo?aku tidak punya waktu”

Aku terkejut melihat laki – laki itu memegang tangan Hyo Ran, keningku mengkerut tidak menyukainya.

“Hyo Ran-ah Noona Sarange..”

Aku menelan ludah. #DegDeg Ini membuatku sakit.

END PART IV

Aku Menyukainya , tapi tidak berharap dia tahu.

Aku Mencintainya, tapi dia tidak tahu.

Aku Menyukainya , tapi itu tidak dia inginkan.

 

Dia jauh, seakan dekat membuatku menangis.

Dia tersenyum, di layar kaca yang lebar.

Siapa dia? Bayangan angan tentang dirinya.

terhanyut dengan nyanyian indah.

 

Kenangan yang takkan aku lupakan.

Menjelma menjadi melody lagu yang bersinar.

It’s a such good word…


Aku tau, dia ada

aku kenal, dia jauh

rasa indah melayang, membuat air mata

tapi di iringi rasa cinta yang damai


Tak terasa, tapi ada.

merasakan, menghilang.

ini cerita duka, tapi bahagia

cinta yang indah telah pulang..

Readers it a such a good word untuk kalian Semoga kalian menyukainya. Annyeong gaseyo ~ Zen.

This is My Prince Part III

Title : This is My Prince Part III

Rate : T

Length : It’s a long story 😀

Author : Akzen/Zen/Han Rae Neul

Genre : Romance, comedy.

CAST :

LEE HYO RAN as Author

Onew/SHINEE

Kang Min-Hyuk/CN BLUE

SHINEE

Yoo Na Sae as Friend author

AND OTHERS…

Author POV

Ah~ apa mereka tidak bisa hanya memencet bell. Suara mereka bisa membangunkan Min-Hyuk dan akan terjadi kesalah pahaman. Aku membukakan pintu, Aish~ aneh sekali dandanan mereka.

“Mwo?!”mereka berteriak.

“Em, maaf apa ini..”Salah satu dari mereka memulai pembicaraan.

“Ne, masuklah…”aku menyuruh mereka masuk.

“Hyung, kenapa perempuan ini tidak bertanya kepada kita?”Aku mendengar pembicaraan mereka.

“Stt! Tutup mulutmu Taemin !”Key mencubit pinggang Taemin.

“Aku tau kalian…”Kataku datar.

“Hyung !”Salah satu dari mereka,yang seperti anak kecil berlari mendekati Onew.

“Gamsahamnida~  Neo, telah menyelamatkan hyung”Bukankah ini adalah orang yang menjadi pelayan di Restaurant Asia?

Mereka semua menundukkan badan, kecuali Onew.

“Choi Minho-imnida”Laki – laki yang menabrakku tadi pagi memperkenalkan diri.

“Kim Ki bum atau Key-imnida”Dia laki – laki yang bersama dengan orang yang bernama Minho itu. Namanya aneh sekali.

“Kim Jonghyun-Imnida”Wajahnya, mirip sekali dengan pelayan itu. Aku penasaran sekali.

“Lee Taemin-Imnida”Dari tadi laki – laki yang seperti perempuan ini tersenyum kepadaku.

“Ne, kalian adalah Shinee bukan? Sebaiknya kalian pulang atau Min-Hyuk akan kesini dan memberi tahu ke wartawan”.

“Bisa kau memberitahu namamu?”Apa yang sebenarnya yang mereka incar.

“Lee Hyo Ran…”aku mengucapkannya datar.

Taemin POV

Ottokajo ! Apakah ini yang artinya jatuh cinta? Dia bagaikan bunga matahari. Walaupun tidak pernah seceria matahari, dia mampu membuatku menjadi matahari.  Lee Hyo Ran, nama yang indah.

ONEW POV

Apa yang perempuan ini lakukan? Dia mengusir kami dengan cara yang halus. Dengan melibatkan nama temannya. Aish~ dasar perempuan aneh, Aku memakai jaket dan Syalku kembali, aku bersiap untuk pergi.

“Sebaiknya ganti, pakaianmu itu tidak berpengaruh untuk tubuhmu…”

“Ne ! aku tau !”ucapku ketus, sekarang giliranku untuk kasar terhadapnya.

“Ne, sekarang pergilah !”mwo? ringan sekali dia mengucapkan itu.

“Ayo, kita pergi !Key ! Minho ! Jonghyun ! Taemin !”

“Gamsahamnida~”Magnae mengulang perkataannya lagi, sepertinya ada yang terjadi dengan dirinya. Aku menarik Taemin untuk segera keluar.

*blam* aku membanting pintu apatermen perempuan itu.

“Hyung~ kenapa kau bersikap kasar dengan perempuan itu? bukannya dia sudah menolongmu?”Tanya Key, langsung menujaku dengan pertanyaan yang tajam.

“Ne ! Hyung tidak boleh kasar dengan perempuan !”teriak Taemin lebih menusukku dengan parang.

“Aish~ kalian tidak tahu saja apa yang dia lakukan denganku…”Aku membela diri.

“Ya! Dia perempuan yang baik hyung~”Minho juga menimpukku dengan panci.

“Ya! Kenapa kalian semua membela perempuan itu?! ada apa dengan kalian!”Aku berteriak lumayan keras.

MINHO POV

Aku tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh hyung. Kalau dilihat dia memang perempuan yang aneh, dan aku tidak dapat membaca pikirannya. Dia seperti perempuan yang mati rasa.  Tapi dibalik itu semua, dia pasti tidak ingin seperti itu.

“Sepertinya aku mulai menyukainya!”desahku.

“MWO?!”Yang lain terkejut mendengar desahanku.

Taemin mendekatiku. “Hyung, jangan… kau taukan kalau perempuan itu aneh?”

Key juga ikut mendekatiku. “Ne! kau dengan perempuan yang lain saja ! kau tidak cocok dengannya”

Jonghyun menatapku. “Ne! kau harus dengan orang lain..”

“ANDWAE! Jangan ada yang berani menyukainya ! sampai di Dorm aku akan memarahi kalian!”Hyung Onew berjalan lebih cepat dari kami.

“Hyung~ aku menyukainya dari pertama melihatnya..”rengek Taemin.

“Ani! Bagaimana kalau kita taruhan untuk mendapatkannya?”

“Mwo? Hadiahnya?”

“Babo! Tentu perempuan itu…”Key menyambar.

“Dan juga harus mengabulkan permintaan yang di inginkan”Minho menambahkan.

“Ne! akan aku lakukan dengan caraku sendiri..”Taemin percaya diri.

“Besok kita akan memulainya !”

***

At Apatermen Author

Sunday, 07.00 pm.

Author POV

Matahari sudah mulai terang, hari ini aku bangun siang. Mungkin karna aku tidur terlalu malam, gara – gara ada laki – laki yang bernama Onew itu dan teman – temannya.

Aku menuju ke dapur untuk minum air putih, ini adalah kegiatanku sehari – hari.  Aku tidak terbiasa sarapan dirumah, biasanya Min-hyuk akan mengajakku makan diluar sebentar lagi. Aku akan menerimanya, karna itu masalah makanan.

Ting..Tong..

Binggo ! aku membuka pintu, aku tidak perlu melihat ke layar yang ada disebelah pintu karna memang itu pasti Min-hyuk.

Bukan… ini bukan Min-hyuk. “Annyeonghaseyo~ Hyo Ran~ah”

Aku menundukkan kepalaku. Aku melihat keluar, tidak mungkin Min-hyuk tidak datang kesini, Aneh sekali“Neo? Minho-ah”

Aku mengkerutkan kening. Apa yang laki – laki ini lakukan disini?. “Wae? Apa maumu?”

“Apa kau mau sarapan di Resto Ajumma?”Dia tersenyum kepadaku.

“Mianhaeyo, Aku menunggu Min-hyuk..”Aku bersiap menutup pintu, tapi dihadang oleh kakinya. Sepertinya dia mau kakinya terkilir kembali.

“Gidari !, Maksudmu laki – laki dengan yang tinggal disana? Aku melihatnya pergi menggunakan mobil di bawah”Mwo?Mobil? Min-hyuk tidak punya mobil.

“Kau berbohong..”Kataku datar.

“N,Ne.. Anggap saja ini tanda terima kasih kedapa kau karna telah menolong Hyungku dan menolong kakiku”Sepertinya orang ini selalu mengandalkan senyumannya saja.

“Cheonmaneyo, tapi Mianhaeyo..”Aku pintu kembali, tapi berhenti…

Kruk# Sial perutku berbunyi, aku membuka lagi pintuku.

“Ne, Gamsahamnida~”Aku mengambil tasku, dan memutuskan untuk pergi sarapan bersamanya, tanpa menunggu Min-hyuk.

Min-Hyuk POV

Sial ! siapa orang itu? Kenapa dia mengikatku? Dan juga mengurungku di gudang ini?. Jangan – jangan dia akan berbuat jahat dengan Hyo Ran~ahku. Aku harus cepat melepaskan ikatan ini dan menyelamatkan Hyo Ran~ahku ! Hwaiting Min-Hyuk ! Aish~ Keras sekali ikatan ini.

Beberapa menit kemudian…

Aish ~ Haahaa aku lelah dengan ini semua. Eomma tolong aku, Liat saja kau Pria tinggi.

Flash Back

MINHO POV

Aku sudah sampai di Apatermen Hyo Ran. Parfumku sudah menyebar kemana – mana, aku juga sudah menyemprot mulutku, juga sudah menyetrika licin kaosku ini. Aku sudah siap untuk mengaja Hyo Ran pergi.

“Hyo Ran~ahku, aku akan mengajakmu sarapan ! Ah~ aku tidak sabar melihat wajahmu…”Aku melihat laki – laki yang berjalan menuju kamar Hyo Ran.

Mwo?Aku sudah mendapat saingan kembali?. Aish ~ dasar !, sekarang aku harus menyingkirkan dia dulu. Aku melihat ke arah gudang, Sepertinya aku tau apa yang harus aku lakukan dengannya.

“Hey! Neo ! bisa kau bantu aku?”

“Mwo?Aku. Wae?”Dia melihat sekelilingnya. Aish ~ Babo itu dirimu !

“Kemarilah, tolonglah”

“Ne, Gidari !”

Aku menyeret juga membekap mulut orang itu, ketika dia mendekatiku. Lalu dengan gerakan cepat aku mengikat tubuhnya, juga menutup mulutnya dengan perban. Dan juga mengurungnya kedalam gudang.

“Ha~ Sekarang saatnya mendekati Hyo Ran~ah”

End Flash Back..

MIHHO POV

Aku membukakan pintu mobilku sambil tersenyum kearahnya. Tapi dia malah melewatiku dengan begitu saja tanpa berkata  apa – apa. Aish ~ aku tidak bisa membaca pikirannya.

“Resto Ajumma, ada disebelah kedai Arak itu. Jika kau ingin naik mobil silahkan”

Apa yang ada dipikiran perempuan ini?. “Ani, aku akan berjalan saja”

“Jangan lupa kau pakai penyamaranmu, Choi Minho~ah”Perempuan itu berjalan tanpa melihat ke arahku.

Aish~ aku lupa kalau harus menyamar. Aku masuk kedalam mobil sebentar, mengambil peralatan menyamarku, dan berlari menyusulnya.

Aku berjalan sedikit di belakangnya, aku ingin jalan di sebelahnya tapi dia selalu berjalan lebih cepat dari pada aku.

“apa kau selalu sarapan diluar?” Aku memulai pembicaraan.

“Ne..”Mwo?Pendek sekali jawabannya.

“Apa kau bisa berbicara selain Ne?”

“Ani..”Mwo? Aish~ ini sama saja Hyo Ran.

“Tidak ada kata lain?”

“Ani. Apa kau hanya bisa bertanya itu saja?” Ah~aku tidak menyangka dia bertanya denganku.

“Ani. Narang Sagwillaeyo?”Dia tersenyum kearahku.

“Kau yakin ingin berteman dengaku?”

“Ne.. apa kau tidak punya teman sebelumnya? Kau hanya perlu menganggapku sebagai teman bukan orang asing, Lalu kau menyapaku,menelphoneku, atau seperti yang sedang kita lakukan sekarang”

“Ani. Aku hanya mempunyai satu teman. Dia bernama Na Sae-ah. Tapi aku tidak pernah melakukan seperti yang kau katakan.”Perempuan ini tersenyum simpul, Poninya menutupi wajahnya yang menunduk.

“Jeongmalyo?Kau hanya perlu lebih dekat dengan orang itu”

“Seperti yang sedang kau lakukan?”dia menoleh ke belakang, poninya dia biarkan menutupi matannya.

Aku mengerakkan tanganku untuk mengaiskan rambutnya, tapi ditahan oleh tangannya. “Aku tidak suka di sentuh orang”.

“Minhae Hyo Ranah aku ingin membantu.”

“Gwaechana~ ayolah, perutku sudah lapar”

Ya, setidaknya aku sudah dekat dengan dirinya. Aku tersenyum melihatnya, mungkin dia bisa menjadi penganti Soo Na.  Dia lebih dari perempuan itu.

At Dorm SHInee

06.00 am

ONEW POV

Huah~ aku menguap. Tidurku lumayan lelap hari ini, tidak seperti biasanya.  Apa ini karna masakkan Hyo Ran? Aish~ apa yang ada dipikiranku? Ini pasti job yang lumayan mengendur.  Tapi sekarang aku dan dia tidak ada hubungan lagi, jadi ini sudah seperti hari yang biasanya. Member SHINee yang lain juga sudahku marahi semalam, agar mereka tidak terlibat lagi dengan perempuan es batu itu. Aku keluar dari kamar.

“Hyung! Hyung ! kau ada dimana? Kau berjanjikan akan bermain winning Eleven denganku?! Hyung ! Hyung Minho-ah”Taemin berteriak.

“Ya! Taemin-ah Wae kau berteriak pagi – pagi!”

“Ani hyung~ hanya saja Hyung Minho tidak ada. Dia menghilang”

“Mwo?kau yakin?”Aku heran.

“Ne..”

Bukankah Minho adalah raja tidur. Mana mungkin dia bangun sepagi ini? Aneh sekali.

“Mungkin dia hanya lari pagi”aku menuju kedapur, sedangkan Taemin tetap berteriak.

“Hyung~ ! Hyung~ !”

At Resto Ajumma

MINHO POV

“Sepertinya kau sangat menyukai roti bakar coklat keju, apa itu makanan kesukaanmu?”Aku memulai misiku.

“Ne..ini sudah menjadi sarapan pagiku”

“ehm~ Hyo Ran, Gamsahamnida sudah menggapku sebagai teman”

“Cheonmaneyo~”Aish~ kata – katanya selalu singkat.

“Apa kau pernah melakukan hal seperti ini?”

“Ne, dengan Min-hyuk. Dan kami memang selalu makan disini”

“Min-hyuk Namjachingumu?”

Dia kembali tersenyum simpul sembari mengaduk cappucino pesanannya. “Are you kidding me?Ani. Dia bukan siapa – siapa”

Aku tersenyum lega, Syukurlah~ jadi aku bisa melanjutkan taruhan ini.

“Berapa umurmu?”

“22 tahun”Jawabnya singkat kembali.

“kalau begitu aku harus memanggilmu Noona, boleh?”

“terserah”

~ ~ ~

At SM Entertaiment

09.oo am

JONGHYUN POV

Aku melihat ke arah muka Onew yang merah, dia siap meledak. Sebentar lagi akan ada ‘Onew condition’  akan dimulai. Ini adalah hal yang sangat menakutkan bila terjadi lagi disini. Aish~ Dimana Minyongsa itu?!

“Eodiyeyo Minyongsa?!”teriak Onew.

“Onew~ bersabarlah. Mungkin dia terhambat karna salju yang tebal” Aku menasehatinya.

“Taemin-ah! Eodiyeyo Minho~ah? Eodiyeyo mereka semua? Agh! Dunia ini sudah menjadi gila. Aish~ lihat saja kalau mereka datang ! akan aku patahkan kaki mereka satu persatu!”Onew mengentakkan meja. Itu membuat kami terlonjak kaget.

“Ani hyung~ aku tidak t,tau” Aku melihat raut wajah Taemin ketakutan.

“Aish~ kalau tidak tau tidak usah bicara !”

“M,Mianhae hyung ~” Taemin menunduk, dia benar – benar takut sekarang.

Creak# Seorang perempuan dengan pakaian tebal memasukki ruangan kami dengan mengosok – gosok kedua tangannya.

“Annyeonghaseyo~”Dia menundukkan badannya, memberi salam. “M,mian, Mianhaeyo. Aku tidak bermaksud untuk terlambat”

“Neo! Apa yang…”aku memotong perkataan Onew, tidak sebaiknya dia marah – marah sekarang.

“ya sudah, sebaiknya kau cepat ! ini sudah terlalu lama”Aku tersenyum ke arahnya.

“Ne… Gamsahamnida~”

“JONGHYUN! Aku belum selesai berbicara !”

“Aish~ sudahlah hyung. Tidak akan ada perempuan yang ingin menjadi kekasihmu jika kau terus seperti itu !”Key ikut berbicara.

At Apatermen Author

09.30 am

AUTHOR POV

Minho mengantarkanku sampai Apatermen. Aku pikir sebaiknya dia tidak perlu melakukan ini. Karna setelah ini biasanya aku akan pergi ke rumah Jae Ja untuk mengajarkannya bermain piano. Sepertinya, dia adalah orang yang sangat baik.

“Gamsahamnida~”aku berterima kasih kepadanya,tapi dia juga tidak tetap pergi. “Apa yang kau tunggu?”

“Ne…Neo! kau tidak masuk ke dalam apatermenmu?aku menunggumu”ah~ aku tau apa maksudmu.


Aku sedikit menyunggingkan senyumanku, lalu menatapnya. “Kau ini aneh..”Aku berjalan melewatinya.

“Sepertinya kau orang yang tidak mudah tersenyum lepas?”

“Ani. sebaiknya kau pulang. Orang yang bernama Onew itu pasti marah besar”Aku meninggalkan, dia yang masih menatapku dari belakang.

“Neo, mau kemana?”teriaknya.

“Berkerja..”Aku menghilang diperempat jalan.

MINHO POV

Aih~ manis sekali wajahnya. Walaupun dia hanya sedikit tersenyum. Aku meraih handphoneku yang ada disaku. Aigo ! aku lupa meminta no telphonenya.

“MWO?! Hyung Onew menelphoneku? 11 kali ?! Ottokajo! Aku lupa kalau hari ini ada pemotretan ! aku harus cepat” aku berlari ke arah mobilku.

Tokk..Tookk..

Seseorang sedang mengetok kaca mobilku dengan sangat kuat. Mwo?! Laki – laki itu yang aku kunci digudang? Bagaimana cara dia bisa bebas?.

“Neo ! cepat keluar ! dasar pria tinggi aneh !”Laki – laki itu mengetuk kaca mobilku.

Aish ~ aku membanting stir mobilku meninggalkan apatermen itu.

“NEO ! Pria Tinggi !”Aku melihat orang itu mencak – mencak kesetanan.

~  ~  ~

MINHO POV

Aku memarkir mobilku sembarangan, lalu dengan secepat tenaga aku berlari menuju ke ruangan milik SHINee.

*Creak* aku membuka pintu secara perlahan.

“Annyeonghase…” deg# aku kaget melihat Hyung Onew memarahi perempuan sampai menangis seperti itu.

“Ya! Apa kau tidak tahu peraturan berkerja disini?Aish~ kau memang cari mati denganku”Teriak Onew.

“Hyung~ apa yang kau lakukan?”Aku mendekati hyung.

“Ya! Kau juga baru datang? Apa kau tidak melihat ini sudah jam berapa?! Apa yang kau lakukan? Dan kau perempuan ! urusanmu masih belum selesai..”

Perempuan itu menyekah air matanya. “Mian,mianhaeyo.. aku memang tidak pantas untuk berkerja disini”Perempuan itu keluar dari ruangan kami.

“Hyung~ bagaimana kekasihmu bisa bertahan kalau kau seperti ini dengan perempuan”Teriak Taemin, dia keluar sepertinya akan menyusul perempuan tadi.

“Kau harus membuka diri lupakan lah Soo Ri, karna dia kau jadi seperti ini..”Jonghyun ikut meninggalkan ruangan.

“Ani. Hyung ~ harus ada orang yang membuatmu tersenyum kembali”Key menarikku keluar.

Terlihat jelas wajah Hyung Onew binggung.

TAEMIN POV

Aku mencari keberadaan perempuan itu. Entah mengapa aku menjadi sangat perhatian dengan Minyongsa itu, padahal sepertinya dia perempuan yang sangat manja.

Aku menemukan dia sedang duduk kursi sambil menangis kembali. Sepertinya Hyung Onew benar – benar membuat hatinya sakit.

“Noona, kau tidak papa ?”Aku menyentuh pundaknya. Dia sedikit terlonjak, mungkin karna kaget.

“Neo, apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah menyelsaikan tugasku?”Katanya ketus kepadaku, apa yang ada dipikiran perempuan ini?

“Mwo?! Aku bersifat baik kau tidak mau, kalau aku jahat apa kau suka?! Tidak perlu berteriak seperti itu”Aku ikut membesarkan suaraku.

“Pergilah~ sebentar lagi aku akan dijemput Hyo Ran~”.

Hyo Ran? Apa dia perempuan itu?

End … Part III

TBC

This is My Prince Part II

This is My Prince Part II

Cast :

Lee Hyo Ran as Author

SHINEE

MinHyuk/CN BLUE

Yoo Na Sae as Other.

And Others…

Author POV

Aku merapikan kerah baju yang kusut karna menabrak laki – laki tadi. Hari ini adalah hari paling sial yang pernah aku jalani. Bertemu dengan Laki – Laki berambut pirang, Laki – laki layaknya perempuan, Laki – laki yang aneh, dan dua orang laki – laki yang lemah. Aish~ kenapa hariku menjadi seperti ini?

KEY POV

Tring..Tring…

Aish~ ribut sekali pintu ini gerutuku. Aku melihat – lihat keberadaan Hyungku yang lain,  karna sebaiknya aku harus cepat menemukan mereka untuk mengobati kaki hyung Minho yang terkilir. Nah itu dia ! Aku merangkul Minho untuk sampai kesana.

Aku membantu Minho untuk duduk. “Aish~akhirnya..”Aku melemaskan otot – ototku.

“Ya! Ada apa dengan Minho?”tanya Hyung Jonghyun, suaranya lumayan keras terdengar di telingaku.

“Ah, aku tidak papa…”Minho meringis, aku tau kalau itu benar – benar sakit.

“Ya! Hyung kau harus bercerita…”aku menyambung. “Dia ditabrak oleh seorang perempuan, kerika mereka bertabrakan Minho terjatuh sedangkan perempuan itu tidak, tapi dia tidak mau minta maaf..”

“Mwo?!”aku melihat semua wajah hyung dan magnae terkejut.

“Ya! Tutup mulutmu Key…”

ONEW POV

Mwo?Minho terjatuh?sedangkan perempuan itu tidak. Lalu dia tidak meminta maaf?. Sebenarnya terbuat dari apa badannya, Besi?Beton? dan hatinya juga ! lebih dingin dari bongkahan es batu.

“Aish~ perempuan itu! Taemin ikut aku mengejarnya..”

“Baik hyung…”Magnaeku mengikuti gerakkanku untuk keluar dari restaurant.

“Onew, Dia perempuan…”Jonghyun memperingatiku.

Kau pikir aku takut karna dia seorang perempuan, Neo satu ini terlalu meremehkanku. Aku berlari mengejar jejak perempuan itu. Ya ! aku menemukannya, dia sedang berada didekat halte bis.

“Neo!” aku menyentuh pundaknya. Dia menoleh ke belakang.

Author POV

Aku membuka earphoneku dan menoleh ke belakang. Seseorang sudah menyentuh pundakku. Mwo? Dua orang aneh yang aku temui tadi direstaurant, kenapa aku harus beremu lagi dengan mereka?

“Wae?”tanyaku dingin.

“Wae?Kau lupa dengan apa yang kau lakukan?Karna itu kau lupa dengan kesalahan yang kau kerjakan?”
“Moreum..Kau ini kenapa?”

Taemin POV

Ottokajo..! dia membuat hatiku berdetak dengan cepat. Aish ~ jinja Ottokajo ! aku harus menanyakan namanya. Tapi bagaimana?

Onew POV

Aish ~ ada apa dengan perempuan ini? Dia lupa dengan kesalahan yang baru saja dia lakukan?. Ini mulai membuatku kesal dengan sifat cueknya itu.

“Kau menabrak temanku, dan kau tidak meminta maaf..”

“Ani…Moreugesseumnida”Dia masih bersikap dingin.

“Mwo? Kau ini !”

“Aku tidak punya waktu, Sillyehamnida..”Dia membungkukkan badan, lalu masuk ke dalam bis yang berhenti tepat didepannya.

“Ya! Gidariseyo !” Aku masuk menyusulnya kedalam, aku terkejut ketika merasakan bis itu berjalan.

“Hyung ! Hyung !”Aku mendengar Taemin berteriak sembari mengejar bis. Dari belakang Key, Minho dan juga Jonghyun meneriakki Magnae kami.

“Aish~”gerutuku. Aku mengalihkan pandanganku ke arahnya, Dia sedang menatap jendela dengan santai.

Aku berjalan perlahan ke kursi yang ada di seberang perempuan itu. Aku melihat sinis ke arahnya, itu untuk memancing dia berbicara. Tapi dia tetap tidak melihat ke arahku, malah dia memejamkan matanya.

“Mwo? Berhentilah menatapku seperti itu !”

“Mwo? Bertemu dengan kau selalu membuat hidupku menjadi aneh!”

“Ya sudah jangan bertemu denganku..”Jawab perempuan itu ringan.

Aku terkejut mendengar jawabannya. “Neo !”

“Diamlah, aku ingin tidur..”

Ottokajo ~ ! sekarang bagaimana caranya untuk pulang?. Ah~ gara – gara masalah ini kepalaku menjadi pusing. Aku ingat kalau aku meninggalkan handphoneku dia meja restaurant tadi.

Author POV

Aku memasang kembali earphoneku. Ah~ sekarang aku bisa merasakan keheningan yang biasa aku temui dipagi hari, walaupun sempat terusik dengan lima laki – laki aneh. Musik yang dinyanyikan CN Blue – Eclipse membuatku teringat dengan laki – laki yang duduk diseberangku.

Aku membuka mataku, mengarahkan pandangan ke arah orang itu. Dia terlihat sedang tidur, aku yakin dia sangat kebinggungan mencari jalan untuk pulang.

Kantorku sudah mulai terlihat, Aku bangkit untuk segera bersiap keluar dari bis. Aku berjalan perlahan menuju ke pintu keluar.

“Neo ! bangunlah…”

“Mwo?! Apa ada apa?!”

“Setelah turun dari halte ini, naiklah bis no 12. Telphone umun ada diseberang, dibalik gedung itu” Aku turun dari bis, tidak menghiraukan lagi laki – laki itu.

Onew POV

Aku masih binggung dengan perempuan itu. Dia perempuan yang sangat jarang ditemui. Andwae ! untuk apa aku memikirkan dia?. Aish ~ aku terkejut ketika mendapati bis yang aku naikki akan berjalan lagi, Segera mungkin aku berlari, turun dari bis.

Aku mencari perempuan itu. Tapi bayanganya dan tubuhnya sudah menghilanga begitu saja.

“Gomawo..”Ucapku pelan degan begitu saja.

“Hyung ! Hyung !”Aku menoleh ke belakang, sepertinya aku mengenali suara itu, Magnae.

“Ah~ akhirnya kami menemukan kau..”Jonghyun tersenyum, dia memapah Minho.

“Pergelangan kaki kau masih sakit?Sebaiknya kita ke rumah sakit”Tanyaku pada Minho.

“Joesonghaeyo~”Aku terkejut mendengar suara itu, Dia kembali.

“Neo !”Kami berlima serempak.

Dia berjongkok, memegang pergelangan kaki Minho. Lalu melakukan gerakkan berputar pada kaki Minho diiringi dengan suara teriakkan yang lumayan keras. Setelah itu dia pergi dengan begitu saja.

“Gidariseyo !” Aku berteriak, tapi lagi – lagi dia tidak menghiraukan aku.

“Ada apa dengan perempuan itu?”Celoteh Key.

Aku melihat ke arah kaki Minho, dia sudah bisa berdiri tanpa dibantu oleh Jonghyun. Sepertinya ini membaik.

“Hyung kau sudah sembuh !” Teriak Magnae.

Hello…Hello… Jamshi yaegi hallaeyo

Handphoneku berdering. “Yeobseoyo..Ne, kami akan segera kesana. Ne..”

“Ada apa hyung?”

“Kita harus ke SM..”Aku masih melihat ke sekelilingku, Aku kira dia akan muncul kembali.

~ ~ ~

Author POV

Aku memasukki kantorku yang masih sepi, hanya ada beberapa orang yang ada disana, mungkin bisa hitung dengan jari tanganku.

“Hyo Ran~ah !”Seseorang memanggilku, suaranya menjadi bergema memasukki telingaku.

“Na Sae~ah..”Dia satu – satunya teman yang aku milikki sekarang. “Annyeong haseyo~”aku memberi salam.

“Annyeonghaseyo~ aku ingin memberikan kau satu hal yang sangat penting…”

“Ne…aku menjadi Minyongsa di SM Entertaiment ! Bagaimana kau senang bukan?”

“Chukkae Na Sae-ah”aku memaksa senyumanku.

“Gomawo~”Aku melihat dari raut wajahnya, kalau dia memang sangat senang.

“Lalu, kenapa kau masih disini?kau tidak berkerja?”

“Ne, besok aku sudah bisa memulai kerja. Jadi hari ini aku masih libur..”

“Aku harus segera berkerja, Sillyehamnida..”Aku membungkukkan badan, lalu pergi dari hadapan Na Sae.

At Dorm Shinee

19.00 pm

Onew POV

Aku duduk di sofa. Kepalaku terasa sangat pusing, Mungkin ini pengaruh pemotretan yang harus mengulang hampir sepuluh kali. Sial, kenapa jadi seperti ini… Taemin dan Minho sibuk dengan Playstation 2 mereka, Key sibuk dengan masakkannya, sedangakan Jonghyun sibuk dengan Handphonenya.

Aku bangkit dari sofa, mengambil jaket dan syal. Aku ingin jalan – jalan untuk menyegarkan otakku.

“Hyung~ kau mau kemana?” Tanya Taemin yang memperhatikkan gerak – gerikku.

“Diluar sangat dingin, Malam ini salju akan turun. Kita sudah memasukki musim dingin, kau bisa sakit. Kalau kau sakit siapa yang akan khawatir?aku cemas jika kau…”Key memulai lagi cerewetnya.

“Ya! Key… Aku hyungmu~ tidak usah panjang lebar, apa kau memang ingin menjadi eomma?”Aku keluar dari Dorm.

Grgrgr… gigiku bergemeletuk, Padahal baru saja aku sebentar keluar dari dorm. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Key katakan. Tapi mau bagaiman? Aku terus berjalan menyelusuri kota Seoul yang akan segera di tutupi oleh butiran – butiran putih.

Aku mendengar suara piano dari kedai arak yang memang sengaja ditaruh, agar para pelanggan bisa bermain dan terhibur.

Aku mendekat kesana.

Perempuan itu menghentikan permainan pianonya, dia juga berhenti bernyanyi. Aku menunggu dia berbalik untuk melihat wajahnya. Tak lama dari itu gemuruh tepuk tangan diiringi butiran – butiran salju itu turun menyelimuti malam yang akan segera menjadi dingin itu.

“Hyo ran~ah…Sugohaesseoyo~”

“Ne…”Dia terlihat aneh, kenapa dia tidak tersenyum?. Dia hanya menjawab kata iya dan raut wajahnya datar.

Perempuan itu berbalik badan. “Gamsahamnida~”Dia membungkukkan badan, sebelum menegakkan badan matanya melihat ke arahku. Mwo?! Perempuan tadi pagi..Aish ~ Dia disini.

“Neo!”Aku menunjuk kearahnya. Perempuan itu melewatiku dengan begitu saja.

Author POV

Aish~ Haruskah aku bertemu dengan laki – laki itu lagi? Aku mengambil tasku yang ada diatas piano, lalu melewatinya dengan begitu saja. Aku kembali menyelusuri lagi kota Seoul itu sendirian.

“Gidari ! Gidari !”Aku mendengar teriakkan laki – laki itu, tapi aku tidak menanggapinya. “Neo ! H,hyo Ran.. apa kau tidak punya sopan santun yang diajarkan Eommamu?”

Aku menoleh ke belakang, aku benci jika orang menyatakan kata Eomma didepanku. Aku melihat tubuh laki – laki itu memucat, bibirnya juga terlihat kering.

“Akhirnya kau…”Laki – laki itu terjatuh, sepertinya dia pingsan.

“Mwo?sekarang dia mau membuatku susah lagi?”Aku mendekati dia, lalu memampahnya menuju apatermenku.

At apatermen Author.

20.30 pm

Author POV

Aku membawanya sampai ke kamar bekas Eomma, Hah… badannya benar – benar berat, padahal tidak sesuai dengan bentuk tubuhnya. Aku membuka syal dan jaketnya, yang basah karna salju.  Lalu aku menghidupkan pemanas ruangan. Memang seluruh badannya dingin seperti es.

Aku menatap lekat wajahnya, sepertinya aku pernah melihat orang ini. Tapi bukan tadi pagi, malah di sebuah acara tv. Aish ~ apa yang dia lakukan dengan topi, syal, dan jaket itu. Aku mengambil Handphonenya yang ada disaku jaket orang itu.

“Aku pernah melihatnya, SHINEE”aku melihat tulisan di wallpaper handphonenya. Tapi dia siapa?. Aku membuka kontak yang ada di handphonenya, lalu menelphone salah satu nama yang ada disana.

“Yeobseoyo…Hyung ! kau ada dimana?”orang ini berbicara sangat kuat, sepertinya dia sedang panik.

“Kau bernama Key?”tanyaku langsung.

“Ne.. Ya! Kau siapa?! Mana Hyung Onew? Apa yang terjadi dengan dia?apa yang kau lakukan dengan dia?”Aish ~ cerewet sekali orang ini, Gerutuku.

“Aish~ diamlah. Dan datang ke apatermenku. Akanku sms alamatnya..”Aku mematikan telphone, lalu menaruh handphonenya di samping orang yang bernama onew itu.

“Tangannya sudah mulai panas”Aku memegang tangannya. “Onew~ Onew ~ siapa dia?” Aku bangkit, mematikan lampu. Lalu keluar dari kamar.

Ting ~ Tong ~

“Cepat sekali…”Aku melihat ke layar kecil yang ada disamping pintu. MinHyuk? Apa yang dia lakukan?

“Annyoenghaseyo~ Hyo Ran~ah. Aku membawakanmu satu paket buah – buahhan”Aku membuka pintu dengan malas – malasan.

“Gomawo~”Aku mengambil paket itu, lalu menutup pintu kembali.

Tokk! Tokk! Tokk! Ya ampun, kalau seperti ini orang itu akan bangun.

“Hyo Ran~ah bolehkan aku masuk?tolonglah..”Dia mengetuk pintu dengan kuat.

“Diamlah, atau kau tidak akan melihatku besok pagi?”Min-hyuk berhenti mengetuk, setidaknya itu manjur. “Tapi apa peduliku?”

Aku menuju ke dapur, mengupas salah satu buah untuk diberikan ke laki – laki itu. Untunglah Leeteuk datang, jadi aku tidak perlu ke supermarket.

At Dorm Shinee

21.00 pm

Key POV

“Andwae, kita harus cepat. Hyung kau harus kuat…”Aku meninggalkan makanan yang baru saja aku buat.

“Hyung, kau kenapa?”Taemin memperhatikan gerak – gerikku yang terlihat panik.

“Sesuatu terjadi dengan hyung, ayo kita harus menyusulnya”

“Mwo?”Semua menjadi kaget mendengar perkataanku.

“Ayo cepat, Hyung membutuhkan kita”Aku sudah siap dengan Syal, jaket, sarung tangan, dan juga penutup telingaku.

***

At Apatermen Author

21.25 pm

ONEW POV

Gelap…ini sangat gelap dan…Hangat. Aku membuka mataku, kepala ku sudah ringan sekarang. Tunggu, aku ada dimana?Mwo?Apa yang terjadi denganku. Selimut?Aku mencoba mengingat kejadian tadi.

“Sebelum aku pingsan, aku bertemu dengan… Hyo Ran~ah, perempuan it”Aku mencari saklar untuk menghidupkan lampu, tapi malah mengakibatkan suara yang membuat perempuan itu masuk.

AUTHOR POV

Aku mendengar suara barang jatuh dikamar bekas eommaku. Aku yakin orang itu sudah bangun. Benar, aku menghidupkan lampu, semua barang milik eomma jatuh berantakan.

“Mwo?kau mau apa?”tanyaku.

“Neo! Wae!kau ada disini?”

“Ini apatermenku,kau tadi pingsan”Aku membalikkan badan. “Sebaiknya kau keluar, aku sudah membuatkanmu bubur”

“H,Hyo Ran~ah G,gomawo ~”Lagi – lagi orang ini mengucapkan hal yang tidak penting.

Aku membuat bubur untuk orang ini. Bukan apa, hanya saja sekarang dia adalah tanggung jawabku.

“Temanmu akan segera kesini, jadi bersiaplah setelah kau makan”

“O,Onew-imnida”

Aku bersifat datar. “Aku tau”.

“Ya, Bisa kau lebih hati? Aku sedang sakit saja kau masih bersifat seperti ini”

“Aku ada dikamar jika kau butuh sesuatu..”Aku malas menanggapi orang seperti ini.

“Kau meninggalkanku sendirian?”

*Blam* aku menutup pintu kamarku.

ONEW POV

“Neo ! dia tidak punya sopan santun!”gerutuku. Aku memakan bubur yang sudah dia buatkan untukku, lumayan enak. Tapi tetap saja.

Aku melihat ke arah foto yang di pajang di atas meja. Sepertinya itu foto dia dan Harabeojinya, dan aku tidak melihat foto dirinya bersama Appa juga Eommanya. Dari tadi yang terlihat hanya perempuan muda.

Aku masuk kembali ke kamar untuk mengambil Handphoneku. Aku tidak enak karna telah membuat kamar ini berantakan, jadi aku memutuskan untuk membereskannya terlebih dahulu.

Banyak kertas yang berserakkan, aku melihatnya. Ini kertas lau buatan Hyo Ran sendiri. Perempuan ini, semakin mengenalnya semakin aku menyukai dirinya. Di antara beberap kertas aku menemukan satu buah foto.

“Eomma, 10 tahun yang lalu…”. Foto dia bersama dengan eommanya, ketika masih kecil.

“Sudah kau temukan handphonemu?”Aku terkejut, dia sudah ada dibelakangku.

“Neo?”Dia ikut berjongkok, membersihkan barang – barang yang berserakkan.

“Makanlah buah yang ada di dapur, biar aku yang membereskan ini.”

“Ya,sudah kalau itu maumu..”Aku menaruh foto Eommanya.

Author POV

Sekarang dia membuatku repot lagi, apa itu saja yang bisa dia lakukan?Tidak adakah cara lain?Bagaimana dengan orang yang menjadi kekasihnya?Apa mungkin bisa bertahan? Ange sekali.

Aku menyusun kembali barang yang berserakan itu ke rak yang di tabrak oleh orang yang bernama Onew itu.

MINHO POV

Aku menyetir mobil, Key duduk didepan, sedangkan Jonghyun dan Taemin duduk di belakang. Alamat orang yang menelphone tadi tidak terlalu jauh dari Dorm kami, Mungkin hanya 700 meter. Disebelah kedai arak itu, tepat dibelakangnya itu Apatermennya.

“Minho ! cepatlah sedikit”Key menarik lengan bajuku.

“Ya ! aku sudah cepat. Apa kau mau kalau kita kecelakaan!”

“Aish~kalian ini ! berhentilah berbicara”Jonghyun memarahi kami.

Mobil kami berhenti tepat didepan apatermen itu. Key segera keluar dari mobil dengan cepat, aku tau dia sangat khawatir. Kami berlari menyusul Key ke arah lift.

At Lift

22.45 pm

TAEMIN POV

“apa yang sedang hyung lakukan dengan perempuan di Apatermen mewah ini?”

“Taemin ! apa yang sedang kau pikirkan?”

“Andwae, sepertinya orang itu kaya, jadi Hyung pasti baik – baik saja”

“Ya! Apa kau bisa menjamin keselamatan hyungmu?! Karna dia orang kaya?!”Hyung berteriak tepat di telingaku.

“Mianhae hyung ~”

“Tapi apa kita tidak papa dengan tampilan seperti ini?”Tanya Hyung Jonghyun.

“Aku membawa beberapa, kalian tidak perlu takut”Hyung Key menunjukkan isi kantong yang dia bawa. Padahal aku kira itu makanan.

AUTHOR POV

“Ini jaket dan syalmu sudah aku keringkan, cepat habiskan makananmu..”

“Ya ! kenapa wajah kau selalu datar ! apa kau tidak punya perasaan?”

“Jangan bertanya lagi”jawaku pendek.

Menyebalkan, orang ini selalu bertanya yang aneh. Selalu saja membuatku ingin membunuh orang ini.

“Mwo?apa yang ingin kau tanyakan?”aku melihat ke arah wajahnya.

“Dimana appa dan eommamu?”Aish~ berani sekali orang ini.

“Tidak ada..”

Ting…tong… tokk tokk

“itu temanmu..”

Pembicaraan kami terpotong sampai disini.

Part II END.. BESAMBUNG !

This is My Prince Part I

Annyeonghaseyo…

Zen-Imnida.

N.B : Ini adalah FF pertama yang aku post disini. Aku adalah Author baru disini, mohon bantuannya :). Semoga kalian senang dengan adanya FF ini, kelanjutan tergantung kalian, karna Readers, adalah raja untukku. 😀

Selamat Membaca …

 

CAST :

Lee Hyo Ran as Author

Onew/SHINEE

Kang Min-Hyuk/ CN BLUE

 

Support Cast :

SHINEE

And Others

Rate : All Readers

Length : Long story

Genre : Romance,comedy

 

AUTHOR POV

A

ku bangun dari tidurku yang tidak terlalu lelap, ini keseharianku penuh dengan keheningan, tanpa ada seorangpun di sekelilingku. Mungkin ini memang takdirku, dilahirkan selalu dengan kesendirian, tidak ada satu orang yang aku percaya karna itulah tidak ada yang ingin berteman denganku. Sekitar jam 07.00 aku keluar dari apatermen, biasanya aku akan menaikki bis untuk sampai di kantor. Aku berkerja di salah satu perusahaan swasta terbesar di kota yang aku tempati.

“Hyo Ran ~ ah !”Seseorang memanggilku, tapi aku tidak menoleh. Aku tau itu suara Min-Hyuk .

 

Min-Hyuk POV

Ini perempuan yang menarik perhatianku. Tinggi, berkulit putih, berambut panjang berwarna coklat, dan Misterius. Dia bernama Lee Hyo Ran, perempuan yang sudah aku sukai dari pertama melihat.

“Annyeonghaseyo ~”Kataku lembut, aku ingin mendapat respone yang lebih baik dari hari sebelumnya.

Perempuan itu menunduk, lalu berjalan kembali meninggalkanku. Ini yang selalu membuatku tertarik untuk mendapatkannya. Hyo Ran bukan orang yang gampang tersenyum, kesehariannya adalah memasang muka paling dingin dari perempuan yang aku temui. Dia tidak pernah berbicara sedikitpun, kecuali kalau ada hal penting dan itu juga sangat pendek.

“Semoga harimu indah Hyo Ran ~”Teriakku

 

AUTHOR POV

Laki – laki itu lagi – lagi menngucapkan hal yang sangat tidak penting. Dia selalu bergitu, tanpa melakukan hal lain. Jika aku pulang sore nanti dia akan tersenyum, menungguku didepan pintu lift yang sering aku gunakan.

“Apa dia tidak punya perkerjaan selain mengganguku?”Celotehku yang terus saja berjalan.

Perutku tiba – tiba saja merasa lapar, kebetulan aku melihat salah satu restaurant asia yang tidak berada jauh ditempat aku berdiri. Aku memutuskan untuk masuk sebentar untuk mengisi perutku.

 

ONEW POV

Aku menunggu keempat member Shinee di restaurant asia, sudah sekitar setengah jam aku menunggu mereka berempat tetapi tetap saja tidak muncul dihadapanku. Ini membuatku merasa kesal. Seenakknya saja menyuruh Leader mereka menunggu lama seperti ini. Aku mengetahui kalau orang yang berada di restaurant ini mencurigai gerak – gerikku, padahal aku sudah berusahan untuk menutupinya.

Tring..Tring…

Aku menoleh ke arah pintu, spotan aku sedikit senang. Tapi..Sial itu bukan salah satu dari Member Shinee, Dia adalah perempuan aneh bermuka dingin. Aku melihat wajah perempuan yang tanpa Ekspresi itu. Tunggu, untuk apa aku melihatnya? Lagi pula aku tidak mengenalnya.  Dia memilih duduk di sebelah mejaku, dengan tatapan dinginnya dia memesan satu Cappucino dan roti bakar, aku mendengarnya karna dia tidak berada jauh di sampingku.

“Hyung~ kau melihat siapa?”Tiba – tiba saja wajah Taemin sudah dekat dengan wajahku.

“Kau? Maksudku.. kenapa lama sekali?”Onew kesal.

“Aku harus menyiapkan ini semua,agar penyamaranku tidak terbongkar lagi”Taemin duduk disebelahku, dia melihat ke arah pandanganku.

“Hyung~ kau menyukai perempuan itu?” Aish~ Maknae satu ini ! dia selalu bicara sembarangan.

“YA! Apa yang kau katakan ! mana mungkin aku menyukai perempuan dengan muka dingin seperti itu !”Aku berteriak ke Taemin lumayan keras, mungkin seluruh restaurant mendengarnya, termasuk perempuan itu.

 

AUTHOR POV

Aku mendengar teriakkan yang lumayang keras, itu sangat menggangu pendengaranku. Aku menoleh ke orang itu dengan tatapan dinginku seperti biasa, Lalu aku sibuk kembali dengan Ipodku.

“Menggangu saja, apa dia tidak punya perkerjaan lain..seluruh laki – laki memang aneh..”gerutuku.

 

TAEMIN POV

Aku terkejut mendengar teriakkan hyungku satu ini, itu benar – benar keras sekali. Untung saja orang yang di restaurant tidak menanggapinya. Tapi perempuan yang berwajah dingin itu menatap hyungku, tapi hanya sebentar. Apa dia tersinggung?

“Hyung ~ kau tidak perlu berteriak seperti itu..”

 

ONEW POV

Sial, perempuan itu menatapku. Tatapannya sangat dingin, mungkin lebih dingin dari es yang baru saja beku. Gawat, apa dia tersinggung? Tapi dari mana dia tahu kalau kami membicarakannya.

“Gara – gara kau !”Aku menyalahkan Taemin.

“Tapi hyung ~ aku hanya mengatakannya, kau saja yang terlalu berlebihan..”

“Ah, lupakan lah. Mana para hyungmu?”Tanyaku masih kesal.

Dia hanya mengangkat bahu tanpa berkata apa – apa.

 

TAEMIN POV

Perempuan itu…cantik. Tiba – tiba saja aku tersenyum ketika melihatnya, tapi sepertinya dia bukan orang yang mudah untuk didekati. Aku mencoba terus memandangnya tetapi Hyungku satu ini memperhatikan gerakkanku.

“Hyung ~ kenapa kau memandangku seperti itu?”Tanyaku langsung,aku mulai risih dengan tatapan sinisnya.

“Kau terlihat aneh dengan baju itu… apa kau melakukan penyamaran perempuan lagi?”Hyungku satu ini mengatakannya dengan serius.

Aku terkejut. “Bagaimana bisa hyung mengatakan seperti itu?”

Dia mencemoh. “Berhentilah untuk menggunakan Lipsgloss itu, ingatlah kau laki – laki”

 

JONGHYUN POV

Aku memasukki restaurant asia yang dikatakan oleh Onew tadi. Sial..aku harus masuk lewat belakang untuk menyamar menjadi salah satu pegawai yang ada direstaurant ini.

“Hey Neo !” Aku menoleh kebelakang, Sepertinya panggilan itu dituju untukku.

Aku hanya menundduk, tidak berani untuk menatapnya. “Cepat bawakan ini ke meja yang ada disana..”. Aku melihat ke arah orang yang ditujunya, tapi tidak terlalu memperhatikan. Onew ! Taemin ! aku menemukan mereka.

“Ne…”Aku keluar dari daput untuk mengantarkan pesanan makanan orang yang ada di samping meja Onew dan Taemin. “Noona~ ini pesanannya”. Aku tersenyum ke arahnya, aku menunggu responenya terhadapku. Tapi dia hanya menatapku sebentar lalu sibuk lagi dengan Ipodnya.

Aku mengkerutkan kening, segera menjauh dari perempuan itu. “Aish~ sombong sekali Yeoja ini..”gumanku.

Aku mendekati meja Onew dan Taemin, sepertinya mereka belum mengenaliku. “Maaf~ kami belum ingin memesan…”Maknae satu ini seenaknya saja berkata seperti ini !

“Kau berbicara seperti itu dengan Hyungmu~ ini penghinaan !”

“Ya! Hyung…”Taemin terkejut.

 

Taemin POV

“Mian Hyung~ hari ini aku banyak kena masalah…”aku kecewa dengan para Hyung yang menyalahkanku.

Hyungku Jonghyun duduk disebelahku, dia terlihat bukan seperti Hyung~ yang sedang performan di atas panggung.  “Hyung kau terlihat sangat aneh…”

“YA! Tutup mulutmu Taemin, sekarang kau terlalu banyak berbicara…”Hyung Onew lagi – lagi memarahiku.

“Hyung~ Perempuan yang kau antarkan makanannya tadi cantik tidak?”

“Aish~ Dia perempuan yang sangat cuek. Aku tidak menyukainya..”

Aku melihat ke arahnya. Dari mana para hyungku menilai bahwa dia orang yang jelek ?.

 

AUTHOR POV

Aku mendengarkan lagu dengan volume kecil sambil menikmati sarapanku. Aku sedikit mendengar pembicaraan orang yang ada disebelahku dengan samar – samar. Aku yakin mereka sedang membicarakan aku.

Aku melihat ke arah orang yang sepertinya sedang menatapku, ternyata benar orang dengan penampilan seperti perempuan itu mengalihkan wajahnya ketika aku menatapnya. Ini membuatku menjadi kesal, aku harus segera pergi dari sini.

Sudah cukup aku merasa kesal ada direstaurant ini, aku mengambil tasku dan segera pergi dari restaurant yang membuatku sangat kesal.

 

TAEMIN POV

“Hyung ~ Lihat perempuan itu pergi…”aku menarik lengan baju hyungku.

“Ya! Lalu apa urusannya denganku?”Lagi – lagi Hyung membentakku.

“Sepertinya kau jangan selalu membentak maknae, dia hanya memberitahumu..”Hyung Jonghyun membelaku.

Aku kesal sekali dengan sifat hyungku yang gampang marah, apalagi teriakkannya yang membuat telingku menjadi sakit sekali.

 

MINHO POV

Aku berjalan dengan langkah cepat bersama dongsaengku Key, sepertinya ada satu fans yang mengikuti kami dari belakang. Restaurant Asia ! wajahku sekilas terlihat senang.

Tring..Tring..

Seorang perempuan keluar dari restaurant itu dengan langkah cepat. Aku mengirah akan terjadi sebuah tabrakan yang lumayan dahsyat. Brak ! aku dan perempuan itu bertabrakan. Tubuhku terjatuh, Key tidak bisa menahan karna itu terjadi dengan tiba – tiba. Aneh ! Perempuan itu sendiri tidak terjatuh dia berjalan lagi tapi berhenti. Dia melihatku sebentar dengan tatapan yang kosong, lalu kembali berjalan.

“Ya! Gidari ! …”Key mengejarnya. “Kau tidak meminta maaf?”

KEY POV

Ini diluar dugaanku. Hyungku terjatuh hanya karna seorang perempuan yang mungkin tidak sekokoh Minho. Dia perempuan pertama yang bisa membuat Minho terjatuh.

“Dia yang menabrak….”Perempuan itu menjawab pendek.

Aku mengkerutkan dahiku. Aish~ dia perempuan yang aneh. “Kau harus meminta maaf !” Aku sedikit berteriak.

Perempuan itu melihat ke arah Minho yang masih belum berdiri. “Dengan orang yang menabrakku?”Perempuan itu tidak berkata apa – apa lagi, dia pergi dengan begitu saja.

“Aish~ kenapa dengan perempuan itu? aneh sekali…”Aku berbalik untuk membantu Minho berdiri.

_____________T______B______C__________

Don’t be a silent Readers ya ! Gomawo 🙂

My Ex. -Chapter 8- (Fanfic)

by V’nee

Title : My Ex. (-CHAPTER 8 -)

Genre : Romance, Friendship

Casts : JiYeon, Yoo Seung Ho, Hyomin, Kim Byeol, Kim Bum

-CHAPTER 8-

Ji Yeon menemukan kuncinya, lalu membuka pintu.

BAAAAAAAAAAAA!!

Kim Bum mengageti Ji Yeon.

“Ya~ Kenapa diam seperti patung?” tanya Kim Bum melihat Ji Yeon yang terbelalak melihatnya.

“Oppa hampir membuat jantungku copot tahu!”

“Haha. Lihat ini.” Kata Kim Bum menunjuk ke bawah.

Ji Yeon melihat sebuah kotak besar yang dihiasi pita cantik.

“Apa ini? Siapa yang ulang tahun?

“Tidak ada.”

“Lalu?”

“Memangnya kalau memberi hadiah itu cuma boleh di hari ulang tahun saja?”

“Maksud oppa?” Ji Yeon semakin bingung.

“Pabo! Itu untukmu. Ayo buka.”

“Untukku??” Ji Yeon membuka tutup kotak itu, lalu dilihatnya dua boneka beruang manis yang duduk di dalamnya, “Gwiyeowo!”

Kim Bum mengambilnya, “Ini yang berbaju biru untukmu, satunya lagi untukku. Aku akan menganggap ini kamu, jadi kamu juga harus menganggap boneka milikmu itu aku.”

Ji Yeon tertawa, “Gomawoyo oppa.”

“Ne. Chonmaneyo.”

Ji Yeon sangat menyukai boneka yang diberi oppanya, keduanya sangat manis dan lucu.

Ji Yeon teringat pada hadiah-hadiah yang dulu diberikan Seung Ho.

Ji Yeon membuka laci meja dan mengambil sebuah kotak, kotak yang berisi semua kenangannya dengan Seung Ho. Hadiah-hadiah yang diberikan Seung Ho, tiket bioskop, karcis taman hiburan, semua yang pernah ia miliki bersama Seung Ho, begitu juga dengan foto mereka berdua.

Ji Yeon mengingat sekilas kenangan mereka dulu. Ia tersenyum, lalu menutup kembali kotak itu, dan memutuskan untuk tidak membukanya lagi.

Beberapa tahun kemudian…

Ji Yeon melihat sebuah majalah. Foto Hyomin menghiasi cover majalah itu. Ji Yeon tersenyum melihat sahabatnya yang cantik itu kini sudah sukses sebagai model.

Ji Yeon sendiri sekarang bekerja di perusahaan percetakan.

“Oppa lama sekali pulangnya.” katanya lalu menatap jam dinding.

TOK TOK

“Ah! Baru dibilang.” Ji Yeon segera membukakan pintu.

“Ada surat untukmu.” kata Kim Bum menyodorkan sebuah surat.

“Surat?” Ji Yeon merobek pinggiran amplop putih itu.

“Surat dari siapa?”

“Dari.. eomma?” Ji Yeon membaca surat dari eommanya, “SMA kita dulu akan mengadakan reuni untuk angkatan kita, oppa.”

“Wah. Seru dong! Bisa ketemu teman lama.”

“Mau ketemu siapa oppa? So Eun eonni? Nanti aku aduin ke Hyomin lho…” goda Ji Yeon.

“A.. aniya! Siapa bilang aku mau ketemu So eun.” Pipi Kim Bum mulai memerah.

“Tuh kan.. pipi oppa aja udah kayak tomat. Aku SMS Hyomin ah..”

“Ya~! Ji Yeon a~! Jangan begitu. Sekarang yang ada di hatiku Cuma Hyomin tahu!”

“Haha.. Iya iya.” Ji Yeon tertawa melihat tingkah oppanya.

Drrt.. Drrt..

“Yobo.. Jagiya~ Ne. Ji Yeon baru menerima surat dari eomma. Baiklah. Sebentar lagi aku ke sana. Ne..”

“Oppa mau pergi ya?”

“Ye. Waeyo? Mau ikut?”

“Aniya. Nanti aku jadi obat nyamuk di sana.”

“Dasar.” Kim Bum mengacak rambut adiknya.

“Ya sudah deh. Aku pergi jalan-jalan sendiri saja. Bye oppa!”

“Hei. Mau ke mana?”

Ji Yeon berlalu pergi sebelum ia sempat menjawab.

Ji Yeon memasuki sebuah supermarket.

“Park Ji Yeon?” suara mungil yang tak asing itu memanggil Ji Yeon.

“Kim.. Byeol?”

“Annyeong. Apa kabar?” Kim Byeol tersenyum.

“Baik..”

“Kebetulan sekali kita bisa ketemu di sini. Belanja apa?”

“Cuma barang-barang kebutuhan rumah kok. Kamu?”

“Sedikit snack.” Kim Byeol tersenyum sambil mengambil sekotak cokelat, “Ini kan cokelat kesukaan Seung Ho.”

Ji Yeon hanya menatap kotak cokelat itu. Ia memang mengenali cokelat itu. Cokelat yang selalu dibelinya untuk Seung Ho dulu.

“Seung Ho.. bagaimana kabarnya?”

Ji Yeon merasa aneh dengan pertanyaan Kim Byeol.

“Seung Ho?”

“Ye. Wae? Apa aku tidak boleh menanyakan kabarnya?” Kim Byeol tertawa.

“Bukan begitu. Aku hanya..”

“Jangan-jangan kamu sendiri tidak tahu?”

Ji Yeon mengangguk pelan, “Aku tidak pernah mengetahui kabarnya lagi.”

“Aneh. Aku pikir dia memutuskanku karena kamu.”

“Mwo??”

“Bagaimana kalau kita ngobrol di sana?” kata Kim Byeol menunjuk ke sebuah café di depan supermarket.

“Benarkah kamu tidak tahu apa-apa tentang Seung Ho? Dia tidak menghubungimu?”

“Aniya.”

“Kamu ingat pesta ulang tahunku? Saat ayahku mengumumkan pertunangan kami.

Aku tahu pernyataan ayahku pasti membuat Seung Ho bingung. Karena itu, aku memberinya waktu untuk berpikir.”

“Maksudmu?”

“Aku tahu, meskipun Seung Ho jalan denganku, yang dilihatnya hanya kamu.” Kim Byeol tersenyum, “Selalu kamu. Kadang aku juga kesal dengan kalian berdua.”

“Aku..”

“Menyayangi sesorang itu.. yang paling penting kebahagiaannya kan?”

“Jadi kalian sudah putus? Aku tidak tahu sama sekali.”

“Itu yang membuatku bingung. Ke mana Seung Ho? Kenapa dia tidak mencarimu?”

“Ji Yeon a~ apakah kamu masih menyukainya?”

“Aku.. “

“Kamu tidak perlu menjawabnya. Tapi ingatlah, kamu harus mencari kebahagiaanmu.”

###

“Hwaaa~ Seger banget di sini..”

“Iya ya. Memang udara di kampung halaman kita yang paling enak.”

“Yeoja-yeoja! Bantuin dong. Jangan menikmati udara segar terus. Lama-lama aku yang sesak nafas nih.” Gerutu Kim Bum yang sedang mengangkat tas-tas mereka.

Ji Yeon dan Hyomin tertawa melihat ekspresi Kim Bum.

“Mianhae..” kata Ji Yeon dan Hyomin serentak lalu membantu Kim Bum.

“Eomma!!” Ji Yeon menyambar ke pelukan eommanya sebelum Kim Bum sempat bergerak.

“Dasar kamu. Aku kan kangen sama eomma juga.”

“Sudah.. sudah.. ayo masuk. Eomma sudah buatkan makanan kesukaan kalian.”

Ji Yeon dan Kim Bum saling menatap, “HORE!!”

“Ji Yeon a~, eomma sudah menyiapkan baju untuk reunimu nanti.”

“Eomma, kenapa cuma Ji Yeon yang dapat? Punyaku mana eomma?”

“Ih.. oppa. Jangan sirik dong.”

“Sudah.. sudah.. Kalian ini kayak anak kecil saja. Eomma juga sudah menyiapkan baju untukmu Kim Bum.”

“Asyik!”

“Hyomin tidak kamu ajak ke sini?”

“Ada eomma. Tapi dia kan harus pulang dulu. Mungkin besok baru ke sini.”

“O. Baguslah. Kamu harus menjaganya baik-baik. Arasso?”

“Ara..”

“Tenang saja eomma, oppa sudah bilang kalau dia tidak akan selingkuh kok. Awas saja. Kalau oppa membuat Hyomin menangis!” ancam Ji Yeon.

“Ye.. Aku akan menjaganya dengan sepenuh hati!”

“Cih. Gombal!”

Eomma Ji Yeon dan Kim Bum hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua buah hatinya.

###

Ji Yeon menaiki tangga gedung tempat reuni diadakan.

Tiba-tiba ia teringat apa yang diceritakan Kim Byeol.

‘Apakah Seung Ho hari ini datang?’ pikirnya dalam hati.

“Ji Yeon?” panggil seorang pria dari belakang.

“Geun.. Geun Suk?”

“Ya~ Kenapa melihatku seperti melihat hantu?”

“Kya! Sudah berapa lama kita tidak bertemu?? Kamu banyak berubah ya.”

“Begitulah.” Pria itu tertawa, “Kamu sendiri.. tidak berubah ya. Masih seperti Ji Yeon yang kukenal dulu.”

“Gurrae? Apa aku terlihat semuda itu?”

“Ya~! Bukan itu! Sadar dong sama umur sendiri.”

###

“Aku tidak menyangka Kim Bum akan jadian dengan Hyomin.”

“Haha. Semua orang juga gak bakal menyangkanya.”

“Hyomin sekarang sudah jadi model kan? Hebat ya.”

“Begitulah.”

“Mana Seung Ho?”

“Ya~ Jangan tanya padaku.”

“Wae? Apa kalian..”

“Sudah lama kok.”

“Waeyo? Padahal kalian kan dulu pasangan sejoli di SMA kita. Gara-gar a dia juga kan, kamu menolakku.”

“Sudahlah..” kata Ji Yeon tersenyum.

“Choseonghamnida. Mian aku terlambat.” Kata seorang pria yang baru memasuki ruangan.

“Annyeonghasseo Songsenim!” seru beberapa anak.

“Kalian ini. Jangan mengejekku dong!” kata Seung Ho malu.

Seung Ho melihat sekeliling lalu mendapati ji Yeon yang sedang bersama Geun Suk.

Seung Ho tersenyum pada Ji Yeon. Lalu dilihatnya Geun Suk beranjak dan menghampirinya.

“Duduklah.” Bisik Geun Suk.

Seung Ho mengambil tempat yang diduduki Geun Suk tadi.

“Annyeong. Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Kamu?”

“Begitulah.” Seung Ho tersenyum.

“Kamu sudah jadi guru ya?”

“Aniya. Aku cuma jadi pelatih basket kok.”

“Oh.. baguslah, berarti impianmu sudah tercapai bukan?”

Seung Ho hanya tersenyum, “Kalau kamu?”

“Aku bekerja di salah satu perusahaan percetakan.”

“Oh..”

Keduanya lalu terdiam tak tahu harus berkata apa.

###

Acara telah usai, Seung Ho mengambil kunci mobil dari kantong celananya.

“Seung Ho!” teriak seseorang menghampirinya.

“Geun Suk? Waeyo?”

“Ottohke?”

“Mwo?”

“Ji Yeon. Kamu sudah bicara padanya.”

“Ya. Tadi. Kamu melihatnya bukan?”

“Bukan itu maksudku.”

“Lalu?”

“Dulu kamu merebutnya dariku. Seharusnya kamu bisa membuatnya bahagia.”

“Merebut?”

“Kalau bukan karena kamu, mungkin dia sudah jadian denganku.”

Seung Ho mengingat kejadian lalu, saat ia dan Geun Suk bertengkar karena Ji Yeon.

“Kamu seharusnya tahu apa yang bisa membuatnya bahagia.” Kata Geun Suk, kini dengan wajah yang makin serius.

“Apa kamu tahu?” Seung Ho balik bertanya.

“Tentu. Karena aku mencintainya, dan aku selalu berusaha untuk memahaminya.” Jawab Geun Suk tegas.

“Ya~! Pikirkanlah baik-baik.” Geun Suk menepuk bahu Seung Ho pelan lalu beranjak pergi.

####

“Choahae.” Bisik Seung Ho pelan di telinga Ji Yeon.

“Mwo?”

“Aku tidak akan mengatakannya lagi.”

“Ya~! Seung Ho a~!” Ji Yeon mengejar Seung Ho yang berlalu pergi.

“Ji Yeon, ayo bangun!” Kim Bum berusaha membangunkan Ji Yeon.

“O.. oppa?”

“Aniya. Eonni. Ya tentu saja oppamu. Ayo bangun. Eomma sudah menyiapkan sarapan.”

“Tadi itu.. mimpi?”

“Mwo?” Kim Bum menoleh.

“Aniya. Aku segera keluar.”

“Ji Yeon, ada yang mencarimu.”

“Nuguya?”

“Kamu lihat saja sendiri.” Kata Kim Bum tersenyum  usil.

Ji Yeon meneguk sisa tehnya, lalu pergi keluar. Seorang pria yang tak asing itu berdiri di depan pintu rumahnya.

“Seung Ho?”

“Annyeong.” Seung Ho tersenyum, “Aku ingin bicara denganmu.”

###

Seung Ho mengajak Ji Yeon berjalan-jalan di sekitar danau yang tak jauh dari rumah Ji Yeon.

“Dulu kita sering duduk di sini ya sepulang sekolah?” kata Seung Ho yang memandang lurus ke depan.

“Ne.. Sudah lama ya. Bagaimana di sekolah? Apa murid-muridmu susah untuk dilatih?”

“Mereka sudah kuanggap seperti teman. Kadang mereka memang susah diatur, tapi menyenangkan rasanya saat bermain dengan mereka.”

“Pasti asyik. Rasanya seperti kembali ke masa SMA dulu ya?”

“Begitulah. Bulan lalu mereka memenangkan pertandingan pertama, ada yang sampai menangis.” Seung Ho tertawa menceritakan kisahnya yang tidak diketahui Ji Yeon selama ini.

“Impianmu sudah tercapai ya..”

“Aniya. Belum lengkap.” Jawab Seung Ho.

“Belum lengkap?”

Seung Ho mengangguk, “Bagaimana denganmu impianmu?”

Wajah Ji Yeon memerah, teringat saat ia menceritakan impiannya pada Seung Ho.

#FLASHBACK

“Seung Ho a~ Apa impianmu?”

“Hmm.. Aku ingin menjadi pelatih basket nanti.”

“Wae?”

“Karena aku ingin memberikan semangat, dan membagi pengalamanku pada mereka yang juga menyukai basket sepertiku.”

“Keren…”

“Apanya yang keren? Bagaimana denganmu?”

“Aku? Impianku bisa jadi istrimu, dan hidup bahagia denganmu!” Ji Yeon memeluk lengan Seung Ho.

#FLASHBACK END

“Kamu tahu kenapa aku bilang impianku belum lengkap?”

Ji Yeon menggelengkan kepalanya.

“Karena.. aku belum bisa membuatmu bahagia.”

“Mwo?”

“Apa kamu masih sakit hati padaku?”

Ji Yeon menatap Seung Ho, “kenapa kamu memutuskan Kim Byeol?”

“Aku.. Apa dia menceritakan semuanya padamu?”

Ji Yeon mengangguk kecil.

“Ji Yeon, apakah kamu sudah menemukan kebahagiaanmu?”

“Aku sudah menemukannya.” Jawab Ji Yeon, “Tapi aku tidak tahu, apa aku masih bisa memiliki kebahagiaan itu.”

“Maksudmu?”

“Kebahagiaanku, sekarang berada tepat di depanku.”

Seung Ho merasa kaget sekaligus senang mendengar apa yang dikatakan Ji Yeon, “Kalau begitu, kamu mau membantuku memenuhi impianku yang satu lagi?”

Seung Ho memeluk Ji Yeon, “Kalau impianku tercapai, impianmu juga tercapai bukan?”

“Tentu. Karena kita memiliki satu impian yang sama.” Ji Yeon tersenyum, lalu membalas pelukan Seung Ho.

-FIN-

Girlfriend -Part 1- (Fanfic)

by Annisa Liza Putri

 

Title: Girlfriend (?? ??)

Author: Annisa Liza Putri

Genre: Romance and Comedy

Cast: Han Jae Yeon (author)

Choi Min Ho

Han Joon Ho (Jaeyeon’s older brother)

Kwon Eun Yoo (???)

Kang Hye Na (Jaeyeon’s bestfriend)

Para member SHINee

ah~ ini FF pertamaku.. maaf ya kalo rada-rada jelek.. dan tuh pemerannya aku sendiri (kepedean) mianhae yah.. kalo ada saran silakan beri komentar! ^^
Hwaiting!!!!

“Han Jae Yeon adalah seorang mahasiswi di universitas elit di korea. ia bisa masuk kesana bukan karena beasiswa atau apa. tapi orang tua nya memang mampu membiayainya disana. ia tinggal di Seoul bersama Kakak laki-lakinya yang baru lulus dari universitas yang sama dan diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan asing di seoul,korea. Han Jaeyon sama seperti halnya gadis biasa yang memiliki teman,keluarga. keluarganya begitu harmonis,ibunya dulunya seorang pramugari,ayahnya seorang arsitek terkenal,dan kakaknya begitu sayang padanya dan punya wajah yang tampan serta keadaan ekonomi keluarganya bisa dibilang cukup mampu. tapi ia masih saja merasa semua itu masih kurang. ia belum merasa bangga pada dirinya. ia tidak pernah didekati oleh anak-anak lelaki karena ia begitu cuek,tomboy,dingin dan menutup hati. tapi semua itu berubah semenjak bertemu dengan Minho cowok dari kalangan entertain,yang bisa dibilang mengubah dirinya 100%”

PART 1

Malam itu,setelah selesai mem-posting kan sesuatu di blog nya. Jaeyeon segera pergi tidur. sebelum tidur,ia memeriksa handphone nya terlebih dahulu. banyak sekali pesan masuk,dan salah satunya membuatnya sangat terkejut.
“Hyena? untuk apa dia mengirimku pesan malam-malam begini?” pikirnya dalam hati
Jaeyeon lalu membaca pesan tersebut.

“From: Kang Hye Na

Jayeon-i! aigoo~ besok jangan lupa bawa laptopmu! kita akan presentasi di kelas! maafkan aku! laptopku sedang rusak! tapi,data-data nya sudah kupindahkan ke dalam flashdisk. jangan khawatir… ara?! 🙂
hwaiting!!!!

-Kang Hye Na-”

Jaeyeon tersenyum membaca pesan dari sahabatnya itu. karena sudah terlalu malam  jadi ia tidak membalasnya.
“hoam! aku ngantuk!” ia lalu segera pergi tidur.

#Paginya
“Huwaaaaa!!!!!!!! aigoo~ eotteohke??” teriak Jaeyeon dari kamar.
“ada apa?” tanya Oppa nya yang kaget dan masuk ke kamar nya.
“aku terlambat!!!” Jaeyeon turun dari kasurnya dan langsung pergi ke kamar mandi.
“hhh,dasar ceroboh!” kata kakaknya yang langsung keluar dari kamarnya.

Jaeyeon benar-benar  terlambat,pada saat di depan pagar universitas,ia ingin masuk ke dalam,tiba-tiba ia menabrak seorang Namja!
“Aya~” teriak keduanya bersamaan.
keduanya terjatuh dan barang-barang mereka pun ikut terjatuh.
Jaeyeon kesal! “untung saja bukan laptopku yang jatuh!” pikirnya.
ia ingin marah pada namja itu tapi….

“hey yeoja! kau ini lihat jalan tidak?” ia malah keduluan oleh namja itu.
“mwo? hey! harusnya yang bertanya itu aku! enak saja kau memanggilku yeoja! aku punya nama!”
“heh? nama? kurasa itu tidak penting! kau lihat! iPod dan Kamera ku terjatuh! dan itu semua gara-gara kau yeoja!”
mata jaeyeon terbelalak… belum pernah ada orang yang tidak ia kenal membentaknya keras.
mukanya merah padam,ia menatap Namja itu dalam,menarik napas dan berkata
“Mianhae….” ia lalu berlari ke dalam.
namja itu bengong dan bingung habis-habisan
“Hey kau yeoja! kembali! bagaimana dengan ini?” ia berteriak keras,namun Jaeyeon berlari semakin jauh
“dasar yeoja aneh! tadi marah-marah,sekarang malah minta maaf! apa dia gila?” pikir namja itu dalam hati
lalu namja itu masuk dan segera pergi ke kelasnya

#Dikelas
“annyeonghaseyo~” jaeyeon mengetuk pintu dan izin masuk
“ah~ nona Han! ayo masuk kita mulai presentasinya!”
jaeyeon lega karena dosennya tidak memarahinya. ia lalu memulai presentasi bersama kelompoknya di kelas.

“Jaeyeon-i kenapa kau telat?” tanya hyena
“aku kesiangan! mianhae!”
“ah~ ne,gwenchana~ ayo kita ke kantin” ajak hyena
mereka berjalan menuju ke kantin,saat sampai mereka mengambil tempat duduk.
“kau ingin pesan apa?” tanya Jaeyeon pada Hyena
“umm… kimchi saja,tapi tidak pedas yah?”
“ne,minumnya?”
“coklat hangat saja,sebelumnya kamsahamnida Jaeyeon-i”
“ah~ ne.. gwenchana”
Jayeon beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke tempat pemesanan makanan.

tiba-tiba seorang yeoja menabraknya! makanan yeoja itu tertumpah di kemeja putihnya
“Aya!” teriak keduanya
“Hey! kau…..” kata-kata Jaeyeon terputus
ia melihat seorang yeoja yang sangat cantik yang menabraknya itu berdiri dihadapannya.
“Jaeyeon-i? lama tidak berjumpa!” yeoja itu memeluknya erat
Jaeyeon hanya diam membatu,ia baru sadar kalo orang-orang sekelilingnya memperhatikan mereka.
ia lalu melepas pelukan yeoja itu,menghela napas dan berkata “ah~ ne eonni” jawabnya dengan senyum terpaksa.
“apa kabarmu? kau kuliah disini juga?” tanya yeoja itu
“kabarku baik,ya aku kuliah disini” jawabnya singkat
“huh,kau makin cantik saja sejak tamat SMA… oh,ya apa kabar… umm Oppa mu?”
“kamsahamnida eonni,.. ah~ dia baik-baik saja. sekarang dia sudah bekerja”
“benarkah? omo~ dimana? apa kau punya nomor ponselnya? kami sudah lama tidak berhubungan”
Jaeyeon terdiam dan dengan tenang menjawab
“ia bekerja di perusahaan asing. ah~ untuk yang satu itu mianhae eonni… aku tidak hafal nomornya persis,dan di ponselku ku tidak ada”
wajah cantik yeoja itu mengkerut menandakan ia kecewa ia mendesah dan berkata
“ne,gwenchana~ oh ya,ini nomor eonni,kau bisa menyimpannya… +8229696xxxxx ooh ya,eonni minta maaf atas bajumu… sini biar eonni bersihkan…”
“ah~ aniyo eonni,gwenchana…”
tiba-tiba ada seorang namja datang menghampiri mereka
“jaggi…” kata-katanya terputus
“kau?!” pekik jaeyeon dan namja itu bersamaan
“kenapa kau disini?”
“hey! harusnya yang bertanya itu aku!” jawab namja itu
“Minho? Jaeyeon? kalian sudah saling kenal rupanya?” yeoja itu kebingungan
“ani!” jawab mereka bersamaan
“jadi ada apa ini?” tanya yeoja itu lagi,bingung.
“kau tahu? dia yang merusak iPod dan kameraku tadi pagi!” kata minho
“mwo? kau tahu? itu semua kecelakaan!” bantahnya cepat
“ya! tapi kau langsng saja pergi masuk tanpa meminta maaf! kenapa? apa kau takut?”
“Mwo? enak saja! untuk apa aku takut dengan namja gila sepertimu? dengar ya! aku tidak pernah takut dengan siapapun! aku tadi langsung berlari ke dalam hanya karena menyusul untuk tugas presentasiku di depan! bukannya aku takut denganmu! ara?”
keduanya terus berdebat hingga akhirnya…
“sudah-sudah!” teriak yeoja itu
” Minho.. maaf kan dia! dia adikku” sambungnya
jaeyeon terbelalak mendengar perkataan yeoja itu,minho berkata
“bukankah kau anak tunggal jaggi?”
“ne~ tapi dia adik kelasku dulu di SMP,dan kakaknya juga kakak kelasku dulu di SMA,kami sangat dekat,orangtua kami juga,kami seperti saudara” jawab yeoja itu.
Jaeyeon tersentak mendengarnya.. matanya berkaca,ia sperti hilang rasa,matanya terasa gelap.
“heh,ne.. dengar ya,kalau bukan karena yeoja chingu ku,aku tidak mau memaafkanmu ara?” kata Minho
namun jayeon masih bengong,dan Minho membentaknya
“hey! kau dengar tidak?”
lalu ia menjawab
“heh,kau pikir aku tuli ha? dengar juga ya… aku juga tidak pernah berharap mau bertemu dengan namja gila sepertimu!”
“Hey kau!”
“sudah!!!! Minho ayo kita pergi sekarang! jaeyeon-i maaf yah! jeongmal mianhae!” lalu mereka pergi,yeoja itu mendorong minho keluar.

wajah jaeyeon kesal,ia melihat sekelilingnya. orang-orang kembali beraktivitas karena merasa tidak enak dengan pandangannya yang tajam.
Jaeyeon lalu kembali ke tempat hyena,mengambil tasnya dan berkata “aku mau pulang!”
“jaeyeon-i ah? aku ikut!” hyena membuntuti sahabatnya itu
kedua sahabat itu pergi meninggalkan universitas

#Saat di jalan
“jaeyeon-i kenapa mukamu muram? apa kau marah karena kejadian di kantin tadi? atau.. kau marah padaku ya??” tanya hyena
jaeyeon menghela napas dan berkata
“ani.. untuk apa aku marah pada sahabatku?”
“huh,syukurlah… aku pikir kau marah padaku” hyena menghela napas
“ooh ya,siapa yeoja itu?”
langkah jaeyeon terhenti
“ah~ dia teman oppaku dulu”
“neomu yeppeo…. siapa namanya?” tanya hyena lagi
“namanya?…. ‘Kwon Eun Yoo'” jawabnya
“ooh… dia begitu cantik… matanya indah,tubuhnya proposional,ah! begitu cantik. aku kagum padanya,dan itu tadi pacarnya yah?”
“siapa?” tanya jaeyeon bingung
“namja itu! Minho oppa… personnel dari Boyband SHINee”
“oh? benarkah? heh,aku tidak perduli”
“ah~ gwenchana….” suara hyena datar
“ooh ya,tapi lama kelamaan kalian berdua mirip!” cetus hyena lagi
“mwo? aku? dengan siapa?” tanya jaeyeon
“Kwon Eun Yoo eonni,kalian mirip! tapi kau jeleknya! kekekeke” canda hyena
jaeyeon terdiam,ia menatap hyena…
“umm jaeyeon.kau marah ya? ani! kau itu cantik! aku hanya bercanda!”
“aniyo! bukan itu! apa aku memang mirip dengan yeoja itu?”
“ne…” suara hyena makin kecil seperti listik yang akan padam.

drrt… drttt… tiba-tiba ponsel jaeyeon bergetar,ia merogoh ponselnya dari saku.
ia menatap layar dan berkata “Joonho oppa?”
“angkat saja!” kata hyena
jaeyeon lalu mengangkat telpon dari kakaknya itu
“oppa-reul?”
“ah! ne,jaeyeon-i oppa mau bilang kalau malam ini oppa akan pulang larut malam,karena harus menyambut tamu dari luar,jadi kunci pintu,jendela dan hati-hati ara?”
“ne oppa” jawabnya datar
ia mematikan sambungannya dan melanjutkan perjalanan pulang,tiba-tiba hujan deras akhirnya mereka memutuskan pulang dengan naik taksi
“taeksi!” teriak mereka berdua
lalu mereka naik dan pergi pulang…

-Jaeyeon POV-

saat sampai di rumah jayeon merebahkan tubuhnya di kasur dan memikirkan yang terjadi hari itu
“hari ini aku begitu sial! aku terlambat,bertemu namja gila,oppa ku pulang malam,kehujanan,dan bertemu yeoja itu lagi!
oh tuhan!!!!
kenapa aku harus bertemu dengannya? bahkan aku tega berbohong padanya dengan tidak memberikan nomor ponsel Joonho oppa! uuh,mianhae oppa! aku tidak bermaksud untuk menghalangimu berhubungan dengan yeoja itu! aku hanya takut ia akan menyakiti oppa ku lagi! lagian juga dia sudah punya pacar! arggh! aku lelah aku ingin tidur,aku bisa gila kalau mengingatnya terus” ia lalu pergi tertidur
#Paginya
“mataku rasanya sulit sekali untuk dibuka,badanku juga sulit untuk digerakkan… oh tuhan~ bukan berarti karena hari ini libur jadi aku bermalas-malasan. aku hanya tidak sanggup ingin bangun… tiba-tiba ‘Jaeyeon-i…’ oppa ku memanggil,rasanya kurang ajar memang jika mengabaikannya. tapi ahh~ aku memang tidak sanggup! aku menarik selimutku kembali dan menutup seluruh tubuhku,seolah-olah aku anak kecil yang sedang demam dan minta dikompres oleh ibunya. ah? umma? umm ‘bogoshippo’ bisikku dalam hati”

-Author POV-

karena merasa panggilannya diabaikan oleh adiknya,Joonho masuk ke kamar adiknya itu dan duduk di kasurnya. ia menarik selimutnya,dan mencolek-colek tangan jaeyeon,namun jaeyeon tidak juga bangun lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga jaeyeon dan berkata “ckckck dasar kerbau!”
mendengar itu jaeyeon terbangun,dan berkata “mwo? enak saja!” lalu melempar bantal ke arah kakaknya itu
dengan sigap joonho menangkap lemparan itu.
“makanya! kau itu anak gadis,harus bangun pagi! biarpun hari libur sekalipun ara?”
jaeyeon menatap oppanya itu,ia lalu memeluknya dan berkata “Oppa~ apa aku belum menjadi adik yang baik bagimu?”
Joonho terkekeh mendengarnya,ia lalu menggosok-gosok kepala adiknya itu dan berkata “aniyo.. kau itu sudah sangat sempurna untukku… aku sangat beruntung mempunyai adik sepertimu”
jaeyeon lalu melepaskan pelukannya dan berkata “benarkah? bagaimana jika aku berbuat salah padamu?”
“tentu saja akan kumaafkan adikku sayang”
Jaeyeon terdiam,dan merenungkan omongan kakaknya itu…
tiba-tiba keheningan itu terpecah oleh suara ponsel kakaknya yang berdering
“sowoneul marhaebwa! ni maeumsoge inneu jageun kkumeul marhaebwa! ni meorie inneun isanghyeongeul geuryeobwa geurigo nareul bwa! nan naui genieya,kkumiya,genieya”
Joonho hanya memasang wajah nyengir pada jaeyeon. sedangkan jaeyeon mengangkat sebelah alisnya melihat oppanya.
Joonho mengangkat telponnya
“dia memang SONE sepertinya,kemarin pake lagu Oh! sekarang Genie… aku saja yang sesama perempuan tidak tertarik mendengarnya”
pikirnya dalam hati…

“kau ini SONE ya?” tanya jaeyeon saat joonho mematikan telponnya.
“hahaha,ne… waeyo?” jawab joonho
“iih… aku saja yang sesama perempuan tidak tertarik mendengarnya,apalagi melihatnya” gerutu jaeyeon
“mwo? aku sudah pernah bertemu 2 kali dengan mereka mereka punya banyak bakat! dan cantik-cantik.  aigo~ tentu saja! lagian kalau kau tertarik pada ke 9 gadis itu,berarti kau tidak normal! kekeke   ” canda joonho
“ani… maksudku lagunya! aah! BABO!” teriaknya pada Joonho
“ne,ne mianhae saengi ku sayang… ayo cepat mandi! kita akan pergi!”
“pergi? kemana?”
“ikut saja! arasso?” joonho lalu meninggalkan adiknya itu.

-Minho POV-

hari ini begitu cerah… begitu alarm ku berbunyi,aku langsung beranjak dari kasur. kulihat Onew hyung,Jonghyun hyung,Key dan Taemin masih berbalut dengan selimut mereka. huh,dasar pemalas! pikirku. aku pergi ke dapur dan memasak sesuatu untuk mereka sarapan. setelah selesai, aku membangunkan mereka satu persatu.
cukup sulit membangunkan mereka,tapi para member lain bilang masih tidak sesulit membangunkan aku.
#saat makan
“heh,kau rajin sekali ya sejak mendapat pacar?” sindir Key…
“ne,hyung,hebat sekali ya pacarmu itu?” tambah taemin
“heh,kalian ini,mungkin saja kemarin dia baru mendapatkan bobo di pipinya dari pacarnya itu” ejek Onew
“huh,benarkah itu minho?” tambah jjong sambil melahap kimchi yang kubuat.
aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka
“kau tidak makan?” tanya key
“ani” jawabku
“ya sudah,berikan punyamu untukku”
aku menggeser piringku ke arahnya,ia lalu melahapnya.
“apa kabar hubunganmu dengan Eun Yoo?” tanya Onew
“baik~ sebentar lagi akan berjalan 3 bulan” jawabku
“bagaimana dengan hubungannmu dan Sekyung,oppa?” tanyaku pada Jjong
“ukh!” Jjong tersedak…
“waeyo?” tanya kami ber-empat kompak
“ani… aku lupa membalas pesannya semalam,aku ketiduran… aigo~” jawabnya
“aah kau! BABO!” teriak kami bersamaan,lalu tertawa bersama.
tiba-tiba… drrt-drrtt… ponselku bergetar,ada pesan masuk dan tulisannya “Yeobo”
aku tersenyum dan membuka pesan itu

“From: Yeobo

Oppa~ ayo kita keluar bersama! cuaca cerah… sudah lama bukan kita tidak jalan-jalan?
saranghae….

-Kwon Eun Yoo-”

aku tersenyum sendiri…. kulihat para member menatapku heran.
“apa dia sudah gila?” tanya Onew
“mungkin…” kata Jjong
“ah~ I don’t care lah!” kata taemin
“I don’t care e..e…e…e…e… seperti lagu 2NE1” jawab Key
aku hanya diam dan tersenyum,pada mereka semua lalu bersiap untuk pergi

TBC….
mianhae kalo ff nya jelek… dan pemerannya disini aku sendiri… #PEDEABIS >.<
mohon sarannya ^^

My Ex. -Another Part- (Fanfic)

By Pinot

My Ex.

Ini selingan aja dari ff My Ex.
Cerita ini diambil dari lirik dua buah lagu.

From the song, My Heart is Cursing (Kim Dong Wook) and Good Bye (Jang Geun Seok)

Cast : Yoo Seung Ho, Ji Yeon

Ji Yeon POV

Seung Ho,

Tersenyumlah. Tersenyumlah dengan bahagia.
Sehingga kamu dapat menghibur hati ini yang terus mencarimu.

Hati ini mengutukku. Karena aku bahkan tidak bisa mengatakan kalau aku mencintaimu.
Air mata ini jatuh. Karena kerinduanku yang terus mengalir.

Hanya ungkapan kesedihan yang menghantam seperti duri.
Dan tetap terngiang di telinga ini setiap hari.

Mengapa harus kamu?
Mengapa aku harus mencintaimu?
Bahkan jika aku mengingkarinya, aku tidak bisa membiarkanmu pergi.

Aku mencintaimu, aku mencintaimu. Selamanya. Bahkan jika kamu tidak melihatku.

Bahkan jika aku mengatakan itu seribu kali, kamu tidak mengetahuinya.
Bahkan jika aku menunggu di tempat yang sama, kamu tidak mengetahuinya.
Cinta yang bodoh ini hanya terus memandangmu seperti orang tolol.
Kamu tidak tahu, dan tidak akan peduli.

 

Seung Ho POV

Apa yang harus kulakukan? Aku hanya bisa menatapmu.
Aku bahkan tidak mempu mengucap salam perpisahan.
Sekarang aku harus membiarkanmu pergi.

Apa yang harus kulakukan?
Air mata ini mengalir deras.
Meski aku mencoba menutupinya, tetap tak bisa.
Bagaimana dengan cinta yang tak dapat kuhentikan ini?

Tolong jangan lupakan bahwa kita pernah saling mencintai.
Bahkan jika kamu telah bertemu orang lain yang dapat membuatmu tertawa.

Perpisahan itu menyakitkan, tapi aku senang bahwa yang aku cintai itu kamu.
Aku tak pernah berbuat apa-apa untukmu.
Yang aku tinggalkan hanya luka yang membekas.

Kamu bahkan menerimaku saat perasaan ini berubah.
Sekarang aku harus membiarkanmu pergi. Apa yang harus kulakukan?

Satu-satunya orang yang dapat membuatku tersenyum adalah kamu.
Meskipun bila cinta ini semakin dalam, perih yang terasa juga akan semakin mendalam.

Satu-satunya hal yang dapat kulakukan adalah mengatakan …

Selamat tinggal, Ji Yeon.