fanfic time

Short Story About My Life (Fanfic)

by Jialeesky

Title : Short Story about My Life

Author : jialeesky

Genre : Angst, AU, Romance

Rating : PG-13

Length : Ficlet atau Oneshoot (??)

Cast :

Yong Junhyung (B2ST)

Kang Sooyun (OC)

B2ST member and another OC

Summary :

Even though I tell myself that I will forget a girl like you

Even though I tell myself that I will never look at a girl like you

But again I can’t forget you

-B2ST (Clenching at The Fist Sights)

Disclaimer : I DO NOT OWN THE B2ST member on this fanfic. But, the plot and the OC are mine. Some part in this story basic from a novel ‘Autumn in Paris’ by Ilana Tan.


~~ 

Aku kehilangan. Seperti kehilangan nyawaku, hidupku, dan ragaku. Hatiku hancur seperti berkeping-keping. Ingin aku juga ikut mati seperti orang yang kucintai itu mati saat kecelakaan itu. Mati saat aku mengucapkan ‘saranghae’ tepat ditelinganya. Yang dia dengar walaupun dia tak membuka matanya. Yang membuatku menangis tersedu-sedu. Membuatku tidak mempunyai hidup lagi. Semuanya hilang sudah.

Namaku Kang Sooyun. Ya… aku anak bungsu dari 2 bersaudara. Apa kalian mau tau siapa kakakku? Kakakku itu adalah orang yang kucintai, itu berarti cinta terlarang, ya? Tapi, memang benar, dia kakakku. Junhyung. Yong Junhyung. Kakak dari Kang Sooyun. Saudara beda ibu. Aneh memang, tapi, itulah kenyataannya.

“Oppa… Kenapa Sooyun tidak bisa bersama oppa?” tanyaku dalam hati. Langkah kakiku saat itu tanpa arah. Tapi, langkahku malah menuju tempat yang membuat semua ingatan yang sakit, perih, dan menyeramkan itu kembali melanda. Apartemen Junhyung oppa.

‘Apartemen ini…’ batinku. Aku memandang apartemen itu. Airmata yang seharusnya tidak ku teteskan lagi, kembali jatuh. Membanjiri mataku. Tanganku kembali gemetar saat kenangan paht itu datang.

(Flashback)

‘Berjanjilah padaku…’

‘Andwae! Aku tidak mau berjanji padamu… semua ini bohong kan?’

‘Tidak, Sooyun. Semua ini bukan rekayasa. Ini benar. Aku akan pergi dari sini, dan tidak akan kembali lagi. Tapi, kumohon, berjanjilah, kau akan baik-baik saja.’ Katanya.

‘Aku akan baik-baik saja kalau kau ada disini. Jadi, kumohon, jangan pergi. Aku membutuhkanmu.’ Kataku. Tapi, semuanya terlambat. Dia meninggalkan aku.

(End Flashback)

Airmataku kembali jatuh. Aku memasuki apartemen Junhyung oppa, dan masuk ke kamarnya. Kamarnya yang berantakan menjadi ciri khasnya. Kamarnya yang bewarna hijau menjadi keunikannya. Dan, baju-bajunya yang berserakan di lantai, membuat dia merasa nyaman.

“Aku datang, oppa…” kataku saat melihat sebuah foto besar terpampang di samping pintu kamarnya. Foto seorang namja yang tersenyum sambil mengenakan tuxedo. Sangat tampan.

“Aku datang… tidak apa-apa kan?” tanyaku sambil memegang foto itu. Aku mengelus bagian wajah Junhyung oppa. Sebuah buku pun jatuh tanpa sengaja saat aku menyenggolnya.

‘Apa ini?’ batinku. Aku membuka buku itu, dan sebuah foto terjatuh dari buku itu. ‘Fotoku… Junhyung oppa…’ batinku. Aku membuka halaman demi halaman dari buku diary itu. Dan, tatapan ku terhenti pada satu halaman dari diary itu. Halaman yang membuat yang pertahananku jatuh. Halaman yang membuat airmataku jatuh tak terbendung. Yang membuatku terjatuh dan tak mampu berdiri lagi.

Even though I tell myself that I will forget a girl like you

Even though I tell myself that I will never look at a girl like you

But again I can’t forget you

(B2ST – Clenching at The Fists Sights)

Kejadian masa lalu itu kembali terulang. Kejadian yang kembali membuat luka yang mulai sembuh kembali berdarah lagi. Luka ini kembali mengeluarkan darah, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Bahkan lebih sakit dari sebelumnya.

(Flashback)

Aku membuka surat terakhir dari Junhyung oppa. Surat sebelum ia pergi, kembali ke Daegu, jauh dari Seoul. Jauh dariku. Jauh dari kami semua.

Untuk matahariku, Sooyun…

Mian, aku harus pergi. Mungkin, saat kau membaca suratku, kau masih membenciku. Kau masih marah padaku karna aku pergi. Tapi, percayalah, aku juga tidak ingin ini terjadi. Aku ingin terus disini, bersamamu, melindungimu. Aku tidak ingin meninggalkanmu walau sedetik pun. Tapi, aku tidak bisa merubah kenyataan.

Aku menyayangimu. Tidak, aku mencintaimu. Kau tau, kadang aku ingin menyalahkan Tuhan. Kenapa kita harus sedarah? Kenapa kita tidak boleh bersatu? Kenapa Tuhan melarang kita untuk bersama? Tapi, aku tau sekarang. Kenapa kita tidak bisa bersama bahkan bersatu. Karna, cinta kita terlalu suci?

Suatu saat nanti, aku tidak tau kapan, kita pasti akan bertemu lagi. Entah itu dalam keadaan menyakitkan atau menyenangkan. Entah itu dalam keadaan sehat ataupun sakit bahkan sekarat. Dan, saat kita bertemu nanti, katakan kau mencintaiku. Supaya aku bisa melupakanmu, walaupun sangat berat rasanya. Walaupun aku tidak akan mampu melakukannya.

Jeballae… lakukan ini untukku, Sooyun. Aku mencintaimu. Aku menyayangimu. Aku selalu ingin bersamamu. Ini permintaanku. Ini keinginanku. Karna aku tau, kau akan melakukannya untukku. Dan, saat kau melakukan ini padaku, airmata bahagia akan jatuh ke pipiku dan juga di pipimu.

Salam sayang,

Yong Junhyung

(End Flashback)

Saat itulah aku tau. Semua yang Junhyung oppa katakan benar adanya. Aku melakukan semua yang dia inginkan. Dan, semuanya terbayar. Dan, aku berlari dari apartemennya. Aku berlari tanpa arah dan tanpa tujuan. Hingga aku tau, aku berada di tebing pantai.

Angin sepoi-sepoi saat itu tidak meredakan airmataku, melainkan membuat airmataku makin deras. Membuat tubuhku gemetar, membuat tulang rusukku seperti akan remuk saat itu juga.

“OPPA… SARANGHAE! APA KAU TAU? TIDAK ADA YANG BISA MENGGANTIKAN DIRIMU DI HATIKU. SIAPAPUN! KARNA KAU SEGALANYA UNTUKKU! KARNA KAULAH MATAHARIKU DAN NYAWAKU!” teriakku.

Saat itu juga, aku jatuh terduduk. Aku menelungkupkan tanganku di kakiku dan mulai menangis tersedu-sedu. Aku terisak. Dan saat aku sadari, aku masih menggenggam fotoku dengan Junhyung oppa saat di tower. Kenangan itupun kembali muncul.

(Flashback)

“Sooyun! Aku sudah lelah!” kata Junhyung oppa padaku saat itu. Aku menggeram.

“Junhyung!! Sekali ini saja~ kita belum punya foto bersama!” kataku. “Kumohon!” kataku sambil memberikan puppy eyes.

“Aishh,, ne…” jawabnya. Dan, saat itu, Junhyung oppa merangkul pinggangku, dan aku merangkul pundaknya. Semuanya terasa sempurna. Aku tersenyum padanya.

“Jaga foto ini baik-baik… suatu saat nanti, saat kau kembali ke Daegu, saat kau merindukanku, lihat foto ini, dan kerinduanmu padaku akan hilang saat melihat ini…” kataku.

“Hey.. aku kan belum kembali ke Daegu…” katanya.

“Saat kau kembali nanti…” kataku. “Yakkssok?”

“Ne… yakkssok…” katanya sambil tersenyum.

(End Flashback)

Aku menatap foto itu, dan tanpa sengaja membaliknya.

‘Aku dan segala yang aku inginkan dalam hidupku… Percayalah… Aku rela menukar apapun, bahkan nyawaku, asalkan bisa bersamanya. Dan asal kalian tau, asalkan dia tersenyum, aku juga akan tersenyum dan bahagia. Sesederhana itu, kan?’

THE END

whoaa~ chingu.. in FF debut (?) aku disini XD

semoga kalian suka 🙂

ohya,, silahkan kunjungi blog aku kalau mau baca FFku yang lainnya 🙂 <Kyungsu’s World>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s