fanfic time

Unforgettable Holiday in Switzerland -Part 1- (Fanfic)

by Niasaengisiwon

title : Unforgettable Holiday in Switzerland [Part 1]

cast : Choi Siwon, Ki Bum, Super Junior

genre : Romance

rating : G




“Aargghh…sungguh melelahkan hari ini!!!” gumamku sembari merebahkan badanku ke sofa setelah pulang dari kantor.

“Kau pulang malam lagi???memangnya pekerjaanmu semakin banyak ya sehingga pulang larut malam seperti ini setiap hari??” Tanya oppaku yang sedari tadi mendengarkan keluh kesahku.

“Ne, oppa!!! Ini karena perusahaanku akan mengadakan perayaan yang ke-10. Jadi, sekarang kami semua harus menyelesaikan pekerjaan untuk minggu ini dan minggu depan!!” Jelasku pada oppaku yang satu ini.

“OOO…..!!!” gumam oppaku setelah mendengar penjelasanku barusan. Memang oppaku yang satu ini sangat perhatian padaku dy tidak ingin adiknya sakit karena banyak pekerjaan. Tapi kadang kala dy juga sangat menyebalkan karena tidak mau menuruti keinginanku. Oppaku bernama Kim Kibum.

Ya, aku adalah Park Sung Rin…biasa dipanggil ririn. Aku bekerja di perusahaan yag berkecampung dengan peralatan elektronik. Kebetulan perusahaanku akan merayakan hari jadinya sehingga minggu depan aku dan semua karyawan bebas tugas a.k.a libur.

Dan satu hal lagi yang membuatku sangat semangat belakangan ini adalah karena di akhir perayaan ulang tahun perusahaan. Akan ada undian yang menggiurkan. Yakni berlibur di Swiss selama 2 minggu.

Ini yang benar-benar menjadi motivasi terbesarku karena di Swiss. Karena Swiss terkenal dengan branded jam yang terkenal dengan berlian swaroski. Ataupun dengan coklatnya.

Ya aku memang penggila coklat. Karena menurutku coklat sangat baik dikonsumsi saat mood tidak baik, saat marah, dll.

Dan aku ingin lihat salju abadi disana. Karena menurut orang-orang yang pernah kesana Swiss merupakan Negara yang sangat indah dan penduduknya sangat ramah. Selain itu juga Swiss juga berbatasan denga beberapa Negara seperti jerman, prancis, dan italy. Hanya dengan menggunakan kereta bawah tanah.

Hari Ulang Tahun Perusahaan…

“1 . . . . 2 . . . . 3. . . . tiup lilinnya!!” ya semua karyawan sekarang bersorak sorai karena selama minggu ini mereka dibebas tugaskan untuk merayakan ulang tahun perusahaan.

“Oke…nanti sore kita berkumpul disini lagi untuk bersiap ke Jejudo !!!” ujar ketua panitia uang tahun perusahaan yang sudah mempersiapkan matang rencana tersebut.

“Yee….akhirnya kita beribur ke pulau Jejudo itu kan pulau yang sangat indah.” Ujar salah satu teman kerjaku yang sangat antusias.

Ya, perusahaanku sekarang memang sedang baik sekali. Karena kami semua diajak berlibur menikmati indahnya pantai dan air terjun yang ada di jejudo untuk refreshing melepaskan penat selama di perusahaan. Sehingga setelah liburan diharapkan bisa semangat lagi para karyawan dan atasan untuk lebih memajukan perusahaan ini.

4 Hari Kemudian . . . .

“Huft…capek sekali!!! Tapi menyenangkan setelah beberapa hari di pulau Jeju menikmati keindahan disana dan bermain bersama teman-teman kerjaku”

“Aku ingin istirahat hari ini…aku ingin tidur sepuasnya hari ini jadi jangan ada yang ganggu ya!!” ucapku seraya masuk kamar dan mengunci rapat. Dan orang sekelilingku hanya menggeleng kepala melihat kelakukanku yang sangat manja.

Keesokan Harinya . . . . .

“Eomma, Appa aku berangkat dulu ya ke kantor!! Aku tidak mau terlambat hari ini karena hari adalah hari penentuanku!!” ucapku sambil mengecup pipi kanan dan kiri appa omma ku.

“Lho, katanya masih libur ne kan baru 5 hari masih 2 hari lagi kamu masuk kenapa sekarang ke kantor??”Tanya omma yang ingin mengintrogasiku.

“Omma, hari ini hari diumumkan pemenang yang bisa berlibur di Swiss. Doakan aku yan omma…aku ingin sekali kesana sejak dulu. Doakan anakmu yang paling cantik ini” aku langsung melesat beralari karena tidak ingin ketinggalan kereta.

Kantor Manajemen Perusahaan . . . .

“Baiklah karena sudah berkumpul semua mari kita undi hadiah yang menggiurkan ini” kepala persoalia sekarang sedang mengacak-acak box yang berisi nama semua karyawan.

Dan sekarang kepala personalia tersebut sudah mengambil satu kertas dari box itu dan membukanya.

“Tuhan, semoga aku yang mendapatkannya karena aku sudah mengharapkan ini dari beberapa tahun yang lalu!!!” ucapku lirih dengan memejamkan mata.

“Sudah tentu saja aku yang akan menang!!! Karena aku sudah mimpi tadi malam aku yang mendapatkannya” tiba-tiba suara itu muncul diseberang yang membuatku tersentak kaget.

“Mwo???tidak mungkin pasti aku yang menang karena aku sudah berdoa siang dan malam untuk mendapatkan hadiah itu” ucapku lantang sehingga sebagian besar orang sekarang menatapku. Dan aku hanya tertunduk malu dengan muka yang merah padam.

“Hyaa…pemenangnya adalah P..a…r…k   S…u..n..g…. R…i…n…!!” ucap lantang kepala personalia tersebut yang membuatku kaget setengah mati.

Hingga aku ingin pingsan. Aku mencubit tanganku berharap adalah mimpi. Namun tanganku terasa sakit sehingga aku menyadari bahwa itu kenyataan…

“Keinginanku terkabul…terima kasih Tuhan….” Ucapku dalam hati Seraya memeluk sahabat dekatku Yejin.

Dan dia mengucapkan selamat setelah itu disusul oleh semua teman-teman kerjaku.

Bandara Incheon, Seoul . . . . .

“Omma, aku berangkat dulu ya…??” kataku seraya mengecup pipi kanan dan kirinya kemudian meninggalkannya dan berangkat menuju pesawat karena akan take off.

“Uhhmm…akhirnya aku bisa berlibur di Swiss juga….” Ucapaku lirih setelah mencari nomor duduk di pesawat ini.

“Baru pertama kali ya…ke Swiss???” tiba-tiba orang yang duduk di sebelahku mengomentari perkataanku barusan.

“Ne, aku baru pertama kali akan kesana…aku ingin melihat pemandangan disana sekaligus jalan-jalan ke luar negeri sendiri. Karena menurut teman-temanku yang sudah berlibur disana pemandangan Swiss sangat mengagumkan apalagi pegunungan alpennya…!!!” ucapku dengan semangat yang hanya dibalas senyum indahnya.

“Begitu ya….ya memang disana sangat ndah pemandangannya. Aku sudah beberapa kali kesana dan tidak pernah bosan jika kesana untuk kesekian kalinya.” Ucapnya datar yang membuatku melongo.

“Wah, hebat kau sudah sering ke Swiss…berarti kau sudah tau dimana tempat-tempat yang bagus untuk dikunjungi saat berlibur disana…wah, boleh kasih referensi dunk tempat-tempat yang wajib dikunjungi Swiss dimana saja???” Tanyaku dengan sergap seraya mengambil note yang aku bawa dari korea dan disinilah aku sudah mencatat aku ingin berkunjung kemana saja selama disana.

“Boleh, dengan senang hati aku akan memberitahukannya…oh ya…perkenalkan namaku Choi Siwon. Tapi panggil saja Siwon..itu nama panggilanku. Dari tadi kita berbincang tapi belum mengetahui nama masing-masing” dia mengulurkan tangannya kepadaku untuk bersalaman dan memperkenalkan dirinya. Aku jadi tersipu malu atas apa yang dia bilang memang benar kami belum tau nama masing-masing tapi sudah mengobrol seperti sudah kenal lama.

“Namaku Park Sung Rin..panggil aja Ririn biar simple…” ucapku sambil menjabat tangannya yang besar itu. Wah, sejujurnya aku sangat terpukau dengan kesopananya dia tau tata krama dan tau bagaimana menempatkan diri, apalagi satu nilai plus dari dia adalah dia sangat tampan dengan tubuh atletisnya.

“Pasti pacar atau tunangannya sangat beruntung mendapatkan orang seperti ini.”gumamku dalam hati yang sedari tadi tidak pernah melepaskan pandangan dari wajahnya.

“Hey, ada apa kau memandangiku seperti itu. Apa ada yang aneh dengan wajahku atau apa???” sergahnya dia berkata yang membuatku membuyarkan lamunan yang sedari tadi.

“eeehmm…tii…daa…kkk…tidak ada apa-apa kok di wajahmu!!” seteah berkata seperti itu aku langsung memalingkan wajahku yang sudah merah padam dibuatnya.

“Kiiikiik….” Kulihat dia tersenyum sambil terkikik melihat kelakuanku yang aneh.

“Ah tak apalah dia kan temanku selama perjalanan ke Swiss. Jadi dia bisa menjadi teman mengobrol yang baik untukku dari pada hanya tidur selama perjalanan panjang dan melelahkan ini.”umpatku dalam hati.

Setelah beberapa jam kita mengobrol dan bertukar nomor HP. Rasa kantuk sudah menghinggapi kami berdua. Jadi kami putuskan untuk tidur sambil menunggu perjalanan panjang ini.

Zurich Airport., Swiss . . . . .

“Akhirnya…sampai disini juga!!” ucapku lega setelah menempuh sekitar 17 jam dalam perjalanan sambil memutar-mutar badanku yang sudah lemas semua.

Siwon hanya tersenyum ringan melihat kelakuanku.

“Sudah lega???” tanyanya yang tiba-tiba sekarang dia menggandeng tanganku. Yang membuatku syok apa yang dia lakukan barusan. Cepat-cepat aku berusaha untuk melepaskan tangannya dari tanganku. Karena aku begitu gugup.

“Mianhae….mian kalau aku mengagetkanmu bukan maksudku seperti itu…hanya saja aku ingin memberimu kejutan tapi aku tak tahu kalau kau bersikap seperti itu.” Ucap Siwon panjang lebar menjelaskan yang terjadi barusan. Tapi melihat ekspresinya aku sudah tidak tahan menahan tawaku karena ekspresinya yang panik. Terihat sangat cute.

“hahahaha…. Chonmaneyo…hanya saja tadi aku kaget tiba-tiba kau seperti itu. Sudah lupakan saja kejadian barusan” ucapku seraya sedang menunggu taksi yang lewat yang akan mengantarkanku ke hotel yang sudah di pesan oleh perusahaanku.

“Kau menginap dimana?? Kalau mau biar kuantar aku sedikit paham jalan-jalan yang ada disini. Lagi pula aku juga sudah dijemput dengan supirku itu mereka sudah menungguku. Kau mau ikut???” kata Siwon. Belum sempat aku memberikan jawaban atas pertanyaannya tadi sekarang dia sudah menarik koper yang ku bawa dan memegang tanganku seraya tubuhku pun ikut terseret.

“Hyaa…Siwon apa-apaan kau ini. Aku kan belum memutuskannya keapa sudah membawaku ke mobilmu??”ucapku sedikit gusar apa yang atas dia lakukan kepadaku.

“Mian, kau berfikir terlalu lama jadi aku yang memutuskannya. Lagi pula kau juga kan tidak akan rugi ikut denganku. Kau akan kuantar sampai di hotelmu dengan selamat. Mana alamat hotelnya biar aku berikan kepada supirku. Dia pasti sudah hafal jalan di kota ini” ucapnya memerintah padaku namun karena aku tidak mempunyai pilihan aku pasrah dan memberikan alamat hotel dimana aku akan tinggal selama 2 minggu ke depan.

Selama diperjalanan aku memandangi kota Swiss. Ya, memang sangat indah…disana aku disuguhkan tanaman yang berwarna hijau di pinggir jalan dan gedung-gedung tua yang masih bediri kokoh disana. Pemandangan yang sangat mengagumkan.

Tak terasa perjalanan sudah 30 menit dan aku sudah sampai di Hotel dimana aku akan tinggal.

Siwon mengantarku sampai ke ruang resepsionis. Dia ternyata bisa sedikit bahasa Swiss. Sehingga dengan lancar dia bertanya berapa nomor kamar hotelku. Hal ini yang membuatku semakin kagum padanya, walaupun tadi aku sedikit ngambek karena seenaknya sendiri namun rasa itu hilang karena hari ini dia sudah banyak menolongku.

“Nah, ini kamar hotelmu…sekarang kamu istirahatlah…kamu pasti sangat capek…setelah perjalanan di udara dari kemarin..ini kunci hotelmu..kalau ada apa-apa telfon aku ya…aku akan membantumu” dia berpamitan pulang dan aku hanya memandanginya hingga dia menghilang dari lift.

“Huumhhh…enaknya tidur di kasur lagi setelah kemarin aku hanya bisa tidur di kursi pesawat!!! Gomawo siwon…kau sudah banyak membantuku sejak aku bertemu denganmu…Gomawo…aku harap kamu tidak akan pernah bosan jika aku selalu merepotkanmu” gumamku sendiri di kamar hotel.

Ya hari ini aku hanya ingin tidur melepas lelahku yang sedari kemarin tertahan di pesawat.

HP ku segera ku aktifkan dan aku mengirim pesan kepada keluargaku memberi tahu kalau aku sudah sampai di Swiss dengan selamat. Belum sempat aku mengirim pesan kepada keluargaku ada nomor baru yang menelponku.

“Yeboseyo…”

“Yeboseyo…Ririn kau sudah mau tidur ya???” katanya dari arah yang jauh

“Belum, aku barusan ingin mandi tadi aku ketiduran…mianhae nie siapa ya??” ucapku yang seraya dari tadi bertanya-tanya siapa yang menelponku.

“Mian, aku lupa memberitahumu…ini aku Siwon..ini nomor telfon rumahku di Swiss..!!!” ucapnya datar.

“OOO….”aku hanya mengangguk-angguk kepalaku.

“Wae??kamu tidak suka kalau aku yang telfon???aku mencemaskanmu karena kamu sendiri di Negara ini???” kata orang diseberang sana.

“Ahh….kamu terlalu berlebihan aku kan sudah dewasa…sudah tidak apa-apa kok!!” dengan kata-kata yang Siwon tujukan padaku barusan. Aku benar-benar tersanjung dibuatnya dia perhatian sekali padaku. Tapi aku tidak boleh terlena karena dia hanya khawatir karena aku kesini sendiri. Kita hanya teman yang baru kenal.

Ingat Ririn kamu tidak boleh bermimpi terlalu tinggi…tidak boleh!!! Ya tidak boleh!!!

Ucapku meyakinkan diriku lagi.

“Yeboseyo….Ririn apa kau sudah tidur kenapa tidak menjawab???” Tanya Siwon yang membuyarkan lamunanku.

“ belum,…. naneun jam jago sipoe yo!!!

“Ya sudah tidur yang nyenyak ya… anyoeng haseo!!

“anyoeng haseo……” seraya ku tutup telponnya dan bergegas mandi lalu tidur.

Sudah beberapa hari ini aku berkeliling negera Swiss. Dari pagi hingga malam. Aku menyusuri jalan demi jalan. Aku sudah mengunjungi beberapa mall, taman-taman yang indah dengan bunganya, dan gedung-gedung tua yang bersejarah. Sesuai note yang pernah diberikan siwon padaku.

Sebenarnya aku sangat senang bisa ke Swiss karena ini harapanku, tetapi aku kesepian di Negara ini tidak ada yang diajak mengobrol atau berdiskusi saat mengunjungi gedung tua. Tiba-tiba aku teringat dengan Siwon aku ingin mengajaknya keluar aku butuh teman, tapi dia pasti sibuk dengan pekerjaannya.

“Yeboseyo…Ririn kau ada dimana??” tiba-tiba orang aku pikirkan baru saja menelponku.

“ Aku sedang di taman…dekat gedung tua XXX. Memangnya kenapa??” tanyaku bingung.

“ Kau cepatlah kembali ke Hotel, aku mendapat kabar kalau malam ini akan ada hujan salju. Kau segera pulang ya…hati-hati di jalan!!!” dia menutup telfonnya dan aku kembali ke Hotel sesuai yang dibilangnya barusan karena aku tidak ingin mati kedinginan di luar jika benar hujan salju akan turun.

“Kenapa kau lama sekali pulangnya…aku sangat mengkhawatirkanmu!!!” tiba-tiba orang ini sekarang memelukku dengan erat. Aku sangat kaget atas perilakunya sekarang.

“Aku tidak apa-apa kok..kenapa kau sekhawatir itu padaku???tenang sekarang aku kan sudah baik-baik saja”ucapku meyakinkan dia. Dan dia meepaskan pelukannya dan tersenyum kepadaku.

“Lain kali jangan keluar sendiri kau harus memberitahuku. Aku takut kau kenapa-kenapa karena kau disini tidak mempunyai teman yang kau kenal!!”

“Ne, kata siapa aku tidak punya teman…aku kan punya kau teman ku” senyumku mengembang

“Tentu saja….”katanya sambil mengacak-acak rambutku dengan tawa khasnya yang membuatku deg-degan.

“Kamu mau minum apa??”tanyaku pada siwon setelah dia ku ajak ke kamar hotel. Karena di loby tadi banyak orang yang memperhatikan kami karena kelakukan Siwon tadi terhadapku.

“Terserah kamu saja…” jawabnya santai sambil melihat-lihat pemandangan dari balkon kamarku yang langsung menghadap Kota.

“Sangat Indah ya….”katanya tersenyum dan aku memberinya air minum.

“Tentu saja…kamar siapa dulu!!” kataku sambil menunjuk diriku sendiri.

Dia hanya bisa tersenyum.

SIWON POV

Hah, perempuan ini sangat berbeda dengan perempuan yang selama ini aku kenal. Dia sangat lucu. Tapi dia juga sangat mandiri.

Sejak pertama kali aku melihatnya sepertinya aku sudah mulai menyukainya. Aku takut kenapa-kenapa saat dia berada di luar sendiri.

Sekarang aku sedang berada di kamar hotel perempuan yang mulai aku sukai.

“ Besok kita keluar yuk!!! Aku ingin keluar dengan ditemani seseorang beberapa hari ini aku keluar sendiri sangat membosankan” katanya padaku sambil memohon.

Aku melihat ekspresinya sangat luchu dan membuatku ingin mencubit pipinya.

“Baiklah…besok sore kita bertemu di Taman dekat Gedung Tua yang diseberang jalan XXX. Kita bertemu jam 4 sore ya. Aku akan menunggumu disana” kataku seraya mencubit pipinya.

Keesokan Harinya . . . .

“Hari ini aku akan pergi dengan Siwon…aku harus mempersiapkan hadiah untuknya atas semuanya yang selama ini dia lakukan.” Ungkapku dengan semangat dan keluar dari hotel. Aku mulai keluar masuk toko-toko baik toko aksesoris maupun pakaian.

Hingga pada akhirnya aku memutuskan membelikannya sebuah kemeja berwarna biru sapphire aku rasa itu warna yang cocok untuknya yang atletis dan putih itu.

“Sekarang aku tidur sebentar, lalu aku mandi dan bertemu dengan Siwon jam 4 di taman sambil memberikan bingkisan ini kepadanya” ucapku sendiri di kamar hotel.

“Hah, sepertinya sudah sore aku lihat jam diding di hotel ternyata sudah menunjukkan angka 7 berarti sekarang sudah malam. Bagaimana ini dia pasti sudah pulang apalagi sekarang hujan salju. Udara diluar sangat dingin. Dia tidak mungkin menunggu sampai sekarang.” Aku putuskan besok saja untuk bertemu dengannya karena sekarang tidak memungkinkan. Sekarang pasti dia kembali ke rumah. Dan istirahat aku tidak ingin mengganggunya. Biar besok saja aku telfon dia.

Dua Hari Kemudian . . . .

“Siwonn…tolong angkat telfonnya kenapa kau dari kemarin aku telfon tidak kau angkat!!! Apa kau marah padaku karena aku ingkar janji kita ketemuan…mian aku benar-benar tidak sengaja” kataku berharap ada yang menjawab telfon diseberang sana.

“Aku sangat khawatir dengannya….kenapa dia?????”

TBC….

Mian kalau FF nya jelek nie FF pertamaku mohon saran dan kritiknya…

Gomawo…..^_^


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s